Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ditangani Darurat, Tanggul Jebol Sekunder Pilang Hilir di Jombang Berhasil Ditutup, Dinas PUPR: Tapi Belum 100 Persen

Achmad RW • Jumat, 16 Mei 2025 | 14:22 WIB
Tanggul jebol di saluran Sekunder Pilang Hilir Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo sudah berhasil ditutup, Kamis (16/5)
Tanggul jebol di saluran Sekunder Pilang Hilir Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo sudah berhasil ditutup, Kamis (16/5)

Radarjombang.id - Tanggul jebol di saluran Sekunder Pilang Hilir Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo sudah berhasil ditutup.

Meski begitu, penanganan darurat ini belum selesai 100 persen.

Petugas masih harus memperkuat tanggul dengan penambahan material sand bag hingga jumbo bag. Saat ini aliran air tak lagi masuk ke areal persawahan.

Banjir yang sempat menggenangi permukiman warga juga sudah sepenuhnya surut.

Pantauan di lokasi, Kamis (15/5) sore, titik tanggul yang jebol kini sudah tertutup. Petugas sebelumnya sudah membuat tanggul darurat dengan dolken dan gedek guling.

Tak hanya itu, petugas juga memasang sand bag hingga jumbo bag untuk memperkuat tanggul.

”Untuk tanggulnya memang sudah tertutup, tapi memang belum 100 persen selesai pekerjaannya,” terang Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni.

Saat ini aliran tak lagi meluap ke areal persawahan. Debit air yang tak terlalu besar, juga membuat penanganan ini bisa relatif cepat.

”Jadi nanti tetap kita akan selesaikan perbaikan tanggulnya, kami upayakan tetap bentuknya seperti tanggul aslinya, baik ketebalan maupun ketinggiannya,” lanjutnya.

Namun, untuk penuntasan pekerjaan perkuatan tanggul itu, Sultoni menyebut masih butuh waktu hingga beberapa hari ke depan.

Salah satu yang menjadi kendala adalah akses mengangkut material ke lokasi.

”Jadi kendala utamanya memang pertama material tanah yang kita harus mendatangkan, selain itu akses untuk truk pembawa material,” lontarnya.

Di hari pertama, kendaraan truk masih bisa melintas di atas tanggul.

Namun, mulai hari ke dua, kondisi tanah di atas tanggul sudah mulai lembek dan membahayakan jika kendaraan harus dipaksa masuk ke dekat titik longsoran.

”Jadi akhirnya kita langsir di jembatan terdekat. Setelah itu dibawa ke lokasi perbaikan tanggul. Jaraknya juga lumayan sekitar 300-400 meter,” imbuhnya.

Namun demikian, dia menargetkan dalam beberapa hari ke depan penanganan tanggul tuntas.

”Paling tidak masih butuh 3-4 hari ke depan, sesuai targetnya kan 6 hari sampai tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, genangan air yang sebelumnya menggenangi permukiman warga Dusun Pakis dan Dusun Ponggok, Desa Banjarsari sudah sepenuhnya surut.

Seperti diberitakan sebelumnya, tingginya debit air sungai atau saluran Sekunder Pilang Hilir di Desa Pucangsimo jebol, Selasa (13/5) pagi.

Akibatnya, air dari sungai masuk dan menggenangi areal persawahan warga sekitar.

Tak hanya, puluhan rumah warga di Dusun Pakis dan Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo juga sempat tergenang bahkan sampai Rabu (14/5) pagi, di sejumlah titiknya genangan air masih bertahan.

Beruntung genangan air berangsur surut, terlebih setelah petugas gabungan bergerak cepat menutup tanggul jebol. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Jebol #ditutup #pilang hilir #Tanggul