Menurut Murjito salah satu petani, semenjak ongkos tanam padi mahal karena sulitnya mencari pupuk subsidi dan harga pupuk nonsubsidi mahal, ia dan banyak petani lainnya lebih memilih tanam sayuran. "Kalau disini tanam mentimun yang cocok," katanya.
Untuk menanam mentimun, ia menyebut tak butuh pupuk banyak. Sawah seluas 2.800 M2 miliknya hanya membutuhkan pupuk Urea 50 kilogram. "Kalau padi ya nggak bisa segitu pupuknya. Terlebih lahan disini tadah hujan. Harus butuh pupuk dobel kalau tanam padi," ungkap dia.
Sedangkan masa panen mentimun hanya membutuhkan waktu 36 hari. Sekali tanam bisa beberapa kali panen. “Biasanya sekali panen dapat 1 kuintal," bebernya. Terlebih, saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini harga mentimun cukup mahal sehingga hasil panen memuaskan. "Kalau cuaca seperti ini harganya bagus Rp 2.500 per kilogram. Tapi kalau musim kemarau harganya murah. Karena banyak yang panen," katanya.
Ia juga mengungkapkan, tanaman mentimun lebih tahan. Padahal, dua hari sebelumnya, semua tanamannya terendam air dampak tanggul jebol. "Dua hari terendam, Alhamdulillah tidak ada yang mati," pungkas Murjito. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW