RadarJombang.id – Jelang Ramadan tahun ini, petani di Kecamatan Wonosalam Jombang semringah karena panen raya manggis.
Salah satu daerah penghasil buah manggis di Kecamatan Wonosalam, Jombang adalah Desa Jarak.
Jediono, 48, pembudi daya manggis asal Dusun Jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam mengatakan, saat ini sedang berlangsung musim panen raya manggis.
”Ya saat ini musim panen manggis. Alhamdulillah hasilnya melimpah,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Di kebun Jediono, ia memiliki sekitar 50 batang pohon manggis. Namun, yang sudah bisa dipanen baru sekitar 10 pohon.
Dari total 10 pohon itu, ia bisa mendapatkan sekitar 250 kilogram manggis segar.
”Estimasinya satu pohon bisa menghasilkan 25-30 kilogram manggis,’’ jelas dia.
Dijelaskan, hasil panen manggis musim ini cukup baik. Selain faktor cuaca juga tentunya perawatan tanaman.
Jediono sendiri menggunakan pupuk organik dari pengolahan kotoran hewan di rumahnya.
”Semuanya serba tradisional. Mulai pupuk yang kita gunakan seluruhnya organik. Dari kandang sendiri di rumah,” jelas dia.
Selain itu, ia juga rutin melakukan perawatan lainnya, misalnya dengan memangkas dahan dan ranting pohon.
”Pruning atau pemangkasan dahan pohon kita lakukan rutin supaya sinar matahari bisa masuk secara optimal.
Selain itu, supaya nutrisi yang diserap buah juga maksimal,” tandasnya.
Meski hasil panen melimpah, namun diakui harga jual manggis saat ini tengah menurun.
”Ya menurun, dari Rp 10 ribu per kg, menjadi Rp 7 ribu per kg,” pungkasnya.
Setahun Bisa Panen 100 Ton
Melimpahnya panen buah manggis di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam menjadi berkah bagi petani.
Kepala Desa Jarak Agus Darminto menyebut setiap musim panen, desanya bisa menghasilkan hingga 100 ton buah manggis.
”Ya manggis merupakan komoditi unggulan desa kami. Sekali musim panen bisa menghasilkan 80 hingga 100 ton,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dalam hal pengembangan budi daya manggis, Desa Jarak juga sangat mendukung penuh. Misalnya, memberikan bantuan bibit manggis kepada para petani.
”Itu sebagai upaya kami meningkatkan pengembangan budi daya manggis,’’ papar dia.
Panen raya buah manggis berlangsung mulai awal November dan berakhir Maret.
Di sepanjang bulan tersebut, buah manggis bisa dipanen.
Agus menjelaskan, manggis khas Desa Jarak rasanya tidak hanya manis, tapi juga ada perpaduan asam.
Selain itu, tekstur kulitnya tidak keras dan dagingnya lebih tebal. ”Manggis Desa Jarak lebih empuk. Sedangkan rasanya asam manis,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW