Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Diajak Terlibat aktif, Begini Cara Pemdes Ngampungan Jombang Optimalkan Potensi Wisata Desanya

Dwi Aris Supriyanto • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:11 WIB
Kepala Desa Ngampungan Rohan (dua dari kanan) didampingi Sekretaris Desa Ngampungan Sandi Hertomo (paling kanan) saat menikmati sensasi wisata petik jeruk Frienda Farm di kebun milik Sutaji dan istri.
Kepala Desa Ngampungan Rohan (dua dari kanan) didampingi Sekretaris Desa Ngampungan Sandi Hertomo (paling kanan) saat menikmati sensasi wisata petik jeruk Frienda Farm di kebun milik Sutaji dan istri.

RadarJombang.id – Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng ditetapkan Pemkab Jombang sebagai Desa Tematik 2025 kategori wisata.

Penetapan ini tak lepas dari potensi wisata yang dimiliki Desa Ngampungan serta komitmen dan peran pemdes serta stakeholder terkait.

Khususnya dalam melakukan pembinaan, pengembangan serta pengoptimalan seluruh potensi wisata di desanya.

Kepala Desa Ngampungan Rohan mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampungan tengah berupaya memaksimalkan potensi lain yang ada di wilayah desanya dengan menggandeng warga setempat.

”Hal ini dilakukan untuk menopang potensi utama wisata Pandansili yang sudah berjalan. Saat ini pemdes berkolaborasi dengan salah satu warga sekaligus ketua BPD kami dalam pengembangan wisata petik jeruk,” terangnya.

Kebun jeruk seluas 1 hektare milik Sutaji di Dusun Sumberdadi, Desa Bareng dioptimalkan menjadi wisata petik jeruk dengan nama Frienda Farm.

Dengan arti sebagai lahan usaha tani yang bersahabat.

”Penamaannya agak kami miripkan dengan pelafalan Vrindavan yang ada di India, tujuannya agar lebih mudah dikenal masyarakat,” tuturnya.

Sutaji menjelaskan konsep wisata yang ditawarkan kepada pengunjung adalah sensasi memetik jeruk berbagai varietas langsung dari kebun.

Para pengunjung juga diperkenankan mencicipi jeruk segar yang baru dipetik dari pohon sesuai dengan batas wajar secara gratis.

”Untuk buah jeruk yang dibawa pulang, kami hargai Rp 10 ribu per kilogram,” ujarnya.

Kades Rohan menambahkan, Wisata petik jeruk untuk saat ini hanya dibuka di akhir pekan pada Sabtu dan Minggu.

Hal ini dilakukan agar ada jeda waktu melakukan pemeliharaan tanaman jeruk. Wisata petik jeruk akan coba dikembangkan menjadi wisata edukasi peternakan dan perkebunan yang terintegasi.

Hal ini didukung dengan pekerjaan utama sang pemilik sebagai pembuat tempe.

”Jadi siklus awalnya, limbah ampas tempe diolah menjadi pakan ternak kambing, lalu kotoran kambing digunakan sebagai pupuk organik tanaman di kebun, lantas gulma rumput yang tumbuh di kebun dapat dipakai sebagai pakan ternak alami,” terangnya.

Ke depannya, Pemdes Ngampungan akan terus menggali potensi di wilayah desanya untuk bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Ngampungan melalui unit wisata Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandansili.

”Tujuan kolaborasi agar dapat meningkatkan kesejahteraan warga serta memaksimalkan pendapatan asli desa (PAD),” pungkas Rohan. (dwi/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Ngampungan #desa wisata #Pemdes #potensi desa