Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Budidaya Ikan, Unggas dan Pertanian, Potensi Unggulan di Desa Kedungbetik

Achmad RW • Rabu, 8 Maret 2023 | 15:00 WIB
Budidaya ikan yang jadi salah satu potensi unggulan yang dimiliki Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben
Budidaya ikan yang jadi salah satu potensi unggulan yang dimiliki Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben
JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbetik, Kecamatan Kesamben berkomitmen membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu potensi unggulan yang dimiliki Desa Kedungbetik, yakni pada sektor pertanian dan peternakan, terutama peternakan ikan dan unggas.

”Saat ini ada sekitar 30 peternak aktif, terutama peternak ikan dan unggas,” ungkap Kades Kedungbetik Said Mashar kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (7/3) kemarin.

Said menambahkan, wilayah Desa Kedungbetik terbagai dalam tujuh dusun. Masing-masing Dusun Sidowengku, Karanganyar, Dero, Kandangsapi, Kedungmacan, dan Dusun Ngemplak serta Dusun Kedungbetik. Jumlah penduduk mencapai sekitar 5.500 jiwa. Mayoritas penduduknya bergerak di sektor pertanian dengan luasan lahan pertanian mencapai 200 hektare lebih. ”Sektor pertanian tetap yang utama, dan pendukungnya peternakan dan lain-lain,” imbuhnya.

Sentra budi daya ikan berada di Dusun Kedungbetik dan Dusun Dero. Beberapa di antaranya budi daya ikan lele, gurami, bawal dan patin. Sementara Dusun Sedowengku terkenal dengan sentra budi daya unggas, terutama bebek dan ayam. ”Bahkan terdapat satu warga sudah menekuni budi daya lele sejak 1995 sampai sekarang tetap produktif,” bebernya.

Melihat potensinya yang besar, dia berharap ke depan pendampingan dari dinas terkait lebih ditingkatkan, baik itu berupa bantuan sarana prasarana maupun pemasaran. ”Harapan kami, di samping bisa membangun kemandirian ekonomi, ke depan ada semacam pendampingan dari dinas terkait, apakah bantuan modal maupun yang lain. Supaya ada pembinaan dari hulu sampai ke hilir,” ujar Said.

Salah satu yang menjadi perhatian Said, yakni tantangan di sektor pertanian. Pasalnya, areal pertanian di wilayahnya sering kali terendam banjir. ”Banyak masalah banjir, karena setiap tahun Kedungbetik selalu rutin kebanjiran. Ini menjadi problem yang harus dicarikan solusi,” ungkapnya.

Terpisah, Ahmad Suyufi, 53, salah satu pembudi daya ikan lele mengaku sudah lama menggeluti budi daya ikan lele. Selain untuk kebutuhan konsumsi, ia juga mengembangkan usaha pembibitan lele. ”Sebetulnya mulai awal itu 1992, cuma baru berani sendiri buka 1995,” kata Suyufi.

Saat ini, ia memiliki 21 kolam ikan lele, dengan daya tampung atau sebar ikan setiap kolam mencapai 5.000 ekor. Untuk budi daya, ia lebih memilih ikan lele dumbo. Alasannya, karena kualitasnya lebih terjamin. ”Untuk yang konsumsi biasanya kita jual setiap dua hari sekali, rata-rata 3 kuintal. Sementara bibit ikan lele ini tidak mesti,” tutur dia.

Untuk pemasaran, ia tidak lagi bingung. Pasalnya, sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap. Selain itu dijual ke pasar. ”Sementara dijual lokalan, ke pasar-pasar. Hanya dua saja sampai ke luar Jombang, Pasar Kedungadem (Kabupaten Bojonegoro) dan Sukorame (Kabupaten Lamongan),” tandasnya.

Putras FC Jadi Ikon Desa

Desa Kedungbetik, juga memiliki tim sepak bola andalan. Yakni Putras (Putra sakti) FC. Selama ini, klub ini berhasil mencetak pemain-pemain profesional. Di antaranya Nurdiansyah yang kini bergabung di PSS Sleman.

Kades Kedungbetik Said Mashar mengatakan, salah satu tim kebanggaan masyarakat setempat sejak dulu, yakni Putras FC. ”Sepak bola di Kedungbetik ada Putras FC. Pembinaan usia muda, sudah ada sejak saya belum menjabat kades,” kata Said.

Selain memiliki pola pembinaan yang bagus, pemdes juga mendukung adanya tim sepak bola itu. ”Makanya lapangan sepak bola jadi fasum untuk pengembangan pemain sepak bola muda di Kedunbetik dan sekitarnya,” ujar Said.

Sementara itu, Umar Fauzi, penasehat Putras FC mengatakan, tim Putras FC sudah berdiri sejak 3 Maret 2002. Jauh sebelum itu dibentuk SSB Putras FC terlebih dahulu. ”Jadi dulu anak-anak banyak latihan sepak bola, lalu desa memberi fasilitas berupa lapangan, kemudian kami dirikan SSB (Sekolah Sepak Bola),” kata Fauzi yang juga pendiri Putras FC ini.

Seiring berjalannya waktu, Fauzi kemudian berfikir menampung para pemain muda bisa tampil dalam Liga Indonesia. Akhirnya dibentuk Putras FC. ”Harapan kami waktu itu, ada alur dan jenjangnya pasti. Akhirnya kita bentuk Putras FC dan ikut Liga 3 2012 sampai 2018,” tutur dia.

Sejak saat itu, lanjut Fauzi, muncul pemain-pemain andal. Mereka bergabung di sejumlah klub besar di Indonesia. ”Ada Nurdiansyah sekarang main di PSS Sleman, juga Immanez dulu ikut di Frenz United,” lanjut Fauzi.

Karena itu, Putras FC selama ini menjadi ikon desa setempat. Setiap tahunnya juga kerap menggelar event, terutama saat peringatan ulang tahun. Seperti tahun ini menggelar Soccer Festival Putras yang dilaksanakan mulai 5-13 Maret. ”Pertandingan untuk U-11 dan U-13 serta U-16. Diikuti dari berbagai daerah,” kata Fauzi. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Kecamatan Kesamben #Peternakan #tilik desa #Jombang #Pertanian #Desa Kedungbetik #potensi desa