RadarJombang.id - Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menyebut, makan bergizi gratis (MBG) belum bisa terealisasi di Jombang.
Pasalnya, tingkat kesiapan antara pusat sampai daerah belum ada.
Tahapnya saat ini masih di tingkat penunjukan 178 titik pelayanan.
’’Program MBG belum bisa realisasi. Tahapnya saat ini masih sebatas penunjukan 178 titik pelayanan,’’ katanya, kemarin.
Beberapa kesulitan yang dihadapi yakni belum terkordinasinya persiapan program.
’’Belum terkordinasi dengan baik. Sampai sejauh ini baru hanya di tahapan sosialisasi,’’ jelasnya.
Terkait penunjukan 178 titik pelayanan, nantinya masing-masing pos pelayanan bakal mengampu sekitar 3.000 penerima program.
’’Untuk Kabupaten Jombang terdapat 178 titik pelayanan. Masing-masing titik nantinya bakal mengampu 3.000 penerima program,’’ bebernya.
Jika dikalkulasi, terdapat sekitar 534.000 sasaran yang bakal terakomodir MBG.
’’Ratusan ribu penerima tadi terdiri dari santri, peserta didik, serta ibu hamil,’’ terangnya.
MBG ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Nantinya, petugas gizi yang menangani program MBG juga penunjukan dari pusat.
’’Untuk petugas gizi berasal dari pemerintah pusat, dan jumlahnya hanya satu orang. Sementara pekerja di titik pelayanan, kesemuanya warga Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.(yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW