RadarJombang.id – Pemkab Jombang berkomitmen mewujudkan pelayanan publik yang lebih mudah dan cepat berbasis teknologi.
Salah satunya, mengikuti evaluasi implementasi program kota cerdas (smart city) tahap 1 di Denpasar Bali, (24-26/6).
Kegiatan ini menindaklanjuti hasil rekomendasi dari tim asesor kepada 241 kota/kabupaten yang terpilih pada periode 2017-2023.
Pemerintah Kabupaten Jombang termasuk diantara kabupaten yang diundang untuk dievaluasi.
Kegiatan yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ini diawali dengan seminar nasional yang bertajuk; Transformasi dan Inovasi Menuju Indonesia Emas melalui Kota dan Kabupaten Cerdas 2024.
Pemkab Jombang yang hadir di antaranya, Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, Sri Surjati MSi.
Bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Endro Wahyudi, perwakilan Bappeda, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Selain itu, juga ada beberapa kepala OPD yang mengikuti secara hibrid dari ruang Jombang Media Center Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.
Pj Bupati Jombang, Sugiat, melalui Sri Surjati memaparkan perkembangan implementasi program kota cerdas yang telah dirumuskan pada masterplan kota cerdas di Kabupaten Jombang.
Pada desk evaluasi, asesor dari Bappenas memberikan apreasiasi terhadap capaian kinerja implementasi smart city Kabupaten Jombang.
’’Alhamdulillah, dari kegiatan ini diharapkan pula ada evaluasi secara menyeluruh oleh eksternal terhadap pelaksanaan pembangunan Jombang Smart City,’’ ujarnya.
Baca Juga: Dinilai Maju-Mundur, Pemkab Jombang Diminta Tegas Urusi Aset Simpang Tiga
Pihaknya berharap, dengan evaluasi tersebut dapat memperoleh masukan untuk penyusunan program smart city di Kabupaten Jombang.
’’Harapannya agar diperoleh masukan yang dapat dipergunakan untuk penyusunan kebijakan solutif yang secara langsung menyentuh masyarakat,’’ tegasnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW