Radarjombang.id - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kebakaran hebat melanda Pasar Mojoduwur, Mojowarno, Jumat (9/5) sore.
Hingga Jumat malam, polisi memastikan sebanyak sembilan kios ludes terbakar.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kapolsek Mojowarno AKP Trisula menjelaskan, kebakaran Pasar Kliwon atau Pasar Mojoduwur diketahui sekitar pukul 16.30.
Saat itu, salah satu pedagang, Zainul, 50, melihat api sudah membakar kios makanan ringan milik Abdul Goni.
’’Titik awal api berasal dari toko snack milik Abdul Goni yang diduga akibat korsleting listrik,’’ jelasnya kepada wartawan, Sabtu (10/5) pagi.
Dibantu warga sekitar, Zainul berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke kios di sekitarnya.
Namun, api dengan cepat bertambah besar karena banyaknya material yang mudah terbakar.
Kebakaran di Pasar Mojoduwur meludeskan sembilan kios.
Rinciannya, kios baju milik Jidah, kios gerabah milik Soleh, kios makanan ringan milik Goni, kios gerabah milik Anis dan kios pakaian milik Slamet.
Juga kios gerabah milik Santo, kios kerupuk milik Su, kios gerabah milik Abu, serta kios sembako milik Agus.
Trisula memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
’’Kerugian material ditaksir sekitar Rp 200 juta, tidak ada korban jiwa,’’ terangnya.
Lima mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB.
Petugas lantas melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul.
Kemarin pagi, Kepala Desa Mojoduwur, Ahmad Baihaqi, mengaku ditelepon seseorang yang mengaku pejabat Polres Jombang.
Intinya, minta uang Rp 5 juta agar petugas turun untuk melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut.
’’Uang itu alasannya digunakan untuk mendatangkan Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) guna melakukan penyelidikan kebakaran,’’ ucapnya.
AKP Trisula membantah hal tersebut.
Ia menegaskan, tidak ada instruksi atau prosedur resmi yang meminta biaya dari warga atau pemerintah desa untuk mendatangkan tim penyelidik. ’’Itu jelas penipuan, jangan dipercaya,’’ tegasnya.
Baihaqi berharap, Pemkab Jombang segera turun tangan untuk membantu proses pemulihan dan pembangunan kembali Pasar Mojoduwur, agar para pedagang bisa kembali beraktivitas dan pulih dari kerugian.
(riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto