JOMBANG - Dua remaja SMP jadi korban penodongan yang dilakukan dua orang tak dikenal di wilayah Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto Minggu (22/10) pagi.
Akibat kejadian itu, dua handphone milik korban raib dirampas pelaku.
Kedua korban adalah AZ, 13, dan AB, 13, keduanya warga Kecamatan Mojoagung.
”Kejadiannya pagi, sekitar pukul 09.00,” terang Zainul Arifin, 40, ayah AZ, salah satu korban.
Zainul menjelaskan, pagi itu anaknya bersama temannya sedang menaiki sepeda anginnya menuju rumah rekannya.
”Katanya mau ke Desa Palrejo atau mana begitu,” lanjutnya.
Saat melintas di Jalan Raya Mojoagung, tepatnya di wilayah Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, kedua bocah itu dipepet dua pria asing yang mengendarai motor.
”Kalau kata anaknya, pelaku ini boncengan, dua pria pakai motor N-Max warna putih, nopolnya tidak ada,” imbuhnya.
Setelah memepet dua siswa kelas 1 SMP itu, dua pelaku itu berpura-pura menanyakan alamat. Kedua bocah itupun menjawab tidak tahu.
”Tapi setelah menjawab tidak tahu itu justru anak saya ditarik tangannya, dan keduanya dipisahkan. Anak saya diajak ke warung tak kosong, satunya lagi dibonceng agak jauh, jadi dipisah,” tambah Zainul.
Saat itulah, kedua bocah ini diancam menggunakan sajam yang dibawa kedua pelaku. Handphone mereka pun dirampas.
Baca Juga: Jambret Tas Berisi IPhone, Pemuda Jombang Dibekuk Polisi di Kebun Tebu
”Diminta uangnya, tapi dia ndak punya, akhirnya HP diambil, setelah itu ditinggalkan sama pelakunya,” ujarnya.
kejadian sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Zainul menyebut, kedua korban juga telah diperiksa dan petugas juga telah melakukan olah TKP.
”Ya sudah dilaporkan, sudah olah TKP juga. Semoga pelaku segera ketemu,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Jogoroto AKP Darul Hudha membenarkan kejadian itu.
”Jadi kejadian Minggu (22/10) sekitar jam 09.00, dilaporkan siangnya,” ungkap Darul.
Hingga kini, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian itu. ”Ya kami masih selidiki,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW