JOMBANG – Proses penilaian karya inovasi ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 mulai dilakukan tim juri.
Penilaian dilakukan setelah 298 peserta mengumpulkan karya inovasi yang telah didaftarkan sebelumnya.
’’Penilaian sudah mulai, tetapi masih tahap melihat-lihat dulu karya yang masuk,’’ kata General Manager Jawa Pos Radar Jombang, Sulton Arif, kemarin.
Saat ini tim juri sudah mulai melakukan penilaian awal terhadap karya yang masuk. Pada tahap awal ini para juri masih melakukan penelusuran dan pengamatan terhadap karya-karya inovasi yang dikirimkan peserta.
Dari hasil koordinasi awal dengan juri, jumlah karya inovasi tahun ini ternyata lebih banyak dibanding sebelumnya. Meski demikian, kualitas inovasi dinilai cukup seimbang di antara para peserta.
’’Kalau dilihat sekilas, jumlahnya memang lebih banyak. Untuk inovasinya juga lumayan, ada keseimbangan antar peneliti,’’ tambahnya.
Jumlah pendaftar tercatat mencapai 401 peserta. Namun tidak semua peserta yang mendaftar itu mengumpulkan karya inovasi sesuai batas waktu yang ditentukan.
Peserta yang hanya melakukan pendaftaran tetapi tidak menyerahkan karya inovasinya, otomatis dianggap gugur dalam proses seleksi.
’’Yang tidak mengumpulkan karya tentu dianggap gugur,’’ tegasnya.
Selanjutnya, karya inovasi yang telah masuk akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator yang telah diatur dalam petunjuk teknis (juknis) penilaian EJIES. Indikator tersebut menjadi acuan bagi tim juri untuk menentukan karya terbaik yang layak melaju ke tahap berikutnya dalam ajang inovasi pendidikan tersebut.
Setelah dilakukan penilaian, hasil pengumuman 10 terbaik tingkat kabupaten akan diumumkan pada 30 Maret 2026. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto