JOMBANG – Sejumlah lokal SD Negeri di Jombang yang telah dimerger kondisinya kini tak terpakai, mangkak dan mulai rusak.
Rencananya, Gedung SD Negeri yang dimerger tersebut akan diserahkan ke desa setempat agar bisa dimanfaatkan kembali.
’’SD Negeri yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, sedang dalam proses untuk dikembalikan ke desa,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Selasa (21/11).
Lima lokal SD Negeri di Jombang yang kondisinya mangkrak dan tak terpakai itu adalah: bekas SDN Pulo Lor 4, SDN Tambakrejo 2, SDN Gabus Banaran, SDN Kalikejambon dan SDN Dapurkejambon 2.
Pengembalian pemanfaatan lahan ke desa dilakukan sekolah, diteruskan ke Dinas P dan K kemudian ditindaklanjuti ke BPKAD.
’’Jadi yang mengetahui sampai mana prosesnya, dan kapan selesainya, BPKAD,’’ jelasnya.
Lahan SD Negeri yang tak dipakai itu, akan dikembalikan dengan bentuk yang ada sekarang.
Baik itu bentuk bangunan yang sudah rusak, maupun bangunan yang masih bagus.
’’Tidak dirobohkan dulu. Kita kembalikan seperti yang sudah ada sekarang,’’ bebernya.
Senen tak hafal, kapan lokal yang kini mangkrak tersebut terakhir digunakan.
Ada yang sudah lama dimerger. Ada juga yang baru dimerger tahun 2021 seperti SDN Pulo Lor 4.
Salah satu SDN yang sudah kosong sejak lama, bekas bangunan SDN Dapurkejambon 2 yang kini sudah rusak parah. Serta ditumbuhi rumput liar.
Hanya satu lokal yang masih digunakan untuk lembaga PAUD. Satu lokal lain, serta rumah dinas kosong sejak lama. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW