"10 SMA/SMK yang sudah masuk top 1.000 ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lain,’’ kata Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, kemarin. Sekolah lain, disebutnya bisa studi banding dengan 10 sekolah itu. Terutama terkait kiat-kiatnya sehingga bisa masuk top 1.000.
10 sekolah itu, adalah SMAN 2 Jombang dengan nilai 576.123. Sekolah ini masuk urutan 113 nasional dan peringkat ketujuh Provinsi Jatim. Kedua, SMA Trensains Tebuireng dengan nilai 570.584. Peringkat 130 nasional dan 10 provinsi. Ketiga, SMAN 3 Jombang dengan nilai 541.209. Peringkat 363 nasional dan 58 provinsi. Keempat, SMAN Mojoagung dengan nilai 529.478. Peringkat 554 nasional dan 97 provinsi. Kelima, SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT dengan nilai 528.693. Peringkat 575 nasional dan 103 provinsi.
Ada juga SMAN 1 Jombang di peringkat keenam dengan nilai 527.841. Peringkat 599 nasional dan 107 provinsi. Ketujuh, SMKN 3 Jombang dengan nilai 515.118. Peringkat 934 nasional dan 168 provinsi. Kedelapan, SMKN 1 Jombang dengan nilai 513.857. Peringkat 974 nasional dan 178 provinsi. Kesembilan, SMAN Ngoro dengan nilai 513.753. Peringkat 977 nasional dan 179 provinsi. Dan kesepuluh, SMAN Bareng dengan nilai 513.157. Peringkat 991 nasional dan peringkat 184 provinsi..
Ketua LTMPT, Mochammad Ashari, mengatakan, pemeringkatan Top 1.000 sekolah 2022, berdasarkan nilai UTBK merupakan cara untuk menunjukkan akuntabilitas atas penyelenggaraan UTBK SBMPTN tahun ini.
’’Pemeringkatan yang dihasilkan LTMPT ini bukanlah untuk memunculkan sekolah-sekolah favorit di Indonesia, melainkan bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat untuk mengetahui posisi SMA/SMK/MA sederajat yang ikut UTBK secara nasional,’’ jelasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW