Sabtu (2/5) di halaman MTsN 15 Jombang di Keras, Diwek, Umi Khoiriyah selaku kepala madrasah menyampaikan pentingnya menjadi pelajar yang tangguh, berani, dan berakhlak mulia. Semangat itu dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara yang berjuang melalui pendidikan demi kemajuan bangsa.
’’Ki Hajar Dewantara berjuang melalui pendidikan dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922,’’ tuturnya.
Perjuangan para tokoh pendidikan membuahkan hasil besar. Semakin banyak rakyat Indonesia yang berilmu dan sadar akan pentingnya persatuan, hingga akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah senjata penting untuk membangun peradaban dan membebaskan manusia dari kebodohan.
Dalam Islam, pentingnya ilmu telah diajarkan sejak zaman Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lebih dari 1400 tahun lalu. Wahyu pertama yang turun pun memerintahkan manusia untuk membaca dan belajar di Surat Al Alaq 1.
Allah juga meninggikan derajat orang-orang yang berilmu Sebagaimana disebutkan di Surat Al-Mujadilah 11.
Rasulullah bersabda: Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga liang lahad. Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.
Sebagai pelajar, kita juga harus memiliki adab dan tata krama yang baik. Sebab ilmu tanpa adab dapat membawa kesombongan dan kerusakan.
Pelajar hebat bukan hanya yang pintar mengerjakan soal, tetapi juga yang rajin, disiplin, berani menghadapi tantangan, serta santun kepada guru dan orang tua. Ketangguhan bukan berarti keras hati, melainkan mampu bangkit saat gagal dan tetap semangat dalam belajar.
Oleh Muhammad Fatih Romadlon, Kelas 8-D MTsN 15 Jombang di Keras, Diwek
Editor : Anggi Fridianto