Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Spirit Karate 69, Juara Karate Tidak Muncul Tiba-Tiba

Achmad RW • Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:57 WIB
Ketua STKIP PGRI Jombang Dr Munawaroh menyerahkan beasiswa empat semester kepada karateka Alfan Rizki Fahansyah yang meraih emas pada kejuaraan nasional antar kampus PGRI di Kediri 7-19 Juni. (ISTIMEWA)
Ketua STKIP PGRI Jombang Dr Munawaroh menyerahkan beasiswa empat semester kepada karateka Alfan Rizki Fahansyah yang meraih emas pada kejuaraan nasional antar kampus PGRI di Kediri 7-19 Juni. (ISTIMEWA)
JOMBANG - Tidak mudah mencetak sang juara. Namun, dengan latihan dan kesungguhan, hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil.

’’Asalkan utun, tekun, mau berlatih dan berlatih secara terprogram, pasti akan bisa menjadi juara,’’ kata Kwat Prayitno, ketua harian induk cabang olahraga karate (Forki) Jombang, kemarin.

Anggota dewan guru Inkanas nasionak ini lantas mengutip kata-kata Vince Lombardi, pemimpin terhebat dalam sejarah semua olahraga Amerika. ’’Pemenang bersedia untuk bekerja lebih lama, bekerja lebih keras, dan memberi lebih banyak daripada orang lain.’’

Kwat lalu mengutip kalimat yang selalu dipajang pada setiap kejuaraan. ’’Juara tidak muncul tiba-tiba,’’ujar pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini. Prestasi atau juara ibarat buah. Untuk mendapatkannya perlu proses mulai menanam, menyirami, memupuk hingga membersihkan dari hama.

Menanamnya dengan menguasai teknik dasar maupun lanjutan. Menyiraminya dengan sering ikut kejuaraan. Memupuknya dengan berlatih secara kontinyu setiap hari. ’’Para juara minimal berlatih satu jam setengah setiap hari,’’ tegas Alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Kemudian dibersihkan dari hama yang menyebabkan semangat berlatih turun. Serta dibersihkan dari hal-hal yang membuat kita melenceng dari tujuan yang dicita-citakan. ’’Makanya sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu diingatkan dengan dojo kun atau sumpah karate,’’ ungkap pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

Sumpah karate berisi lima poin. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.

Tokoh kelahiran Jombang 28 Agustus 1960 ini lalu mencontohkan karateka Alfan Rizki Fahansyah. Mahasiswa semester dua jurusan pendidikan jasmani STKIP PGRI Jombang ini meraih emas pada pekan olahraga dan seni nasional mahasiswa (Porsenasma) antar perguruan tinggi PGRI nasional di Kediri 7-19 Juni.

’’Itu emas pertama STKIP PGRI Jombang di Porsenasma,’’ terangnya. Makanya Ketua STKIP PGRI Jombang, Dr Munawaroh mengapresiasi dengan memberikan beasiswa empat semester. Alfan sendiri berlatih keras untuk menggapai prestasi itu. ’’Saya berlatih setiap hari di Dojo Mahameru pukul 16.00-19.00,’’ ucapnya. (jif/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Spirit Karate #kwat prayitno