Radarjombang.id – Sebanyak 22 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang mengikuti seleksi calon petugas haji untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026. Mereka berasal dari kalangan PNS serta PPPK dari berbagai instansi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan total pendaftar calon petugas haji dari Jombang yang lolos verifikasi administrasi mencapai 87 orang. Dari jumlah tersebut, 22 peserta tercatat berstatus ASN.
”Yang lolos verifikasi dan ikut seleksi ada 87 orang. Dari jumlah itu PNS dan PPPK sebanyak 22 orang,” kata Ilham Rohim, kemarin (26/1).
Ia menjelaskan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang hanya menerima berkas pendaftaran. Proses penentuan peserta seleksi serta kelulusan dilakukan langsung pusat.
”Jombang hanya menerima berkas. Penentuan peserta dan hasil seleksi semua dari pusat,” ujarnya.
Dijelaskan, seleksi ini merupakan bagian tahapan rekrutmen petugas haji nasional untuk persiapan pelayanan jemaah pada musim haji 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti pembekalan sebelum penugasan ke Tanah Suci.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan kesiapan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus berjalan sesuai jadwal.
”Alhamdulillah, sejauh ini prosesnya berjalan sesuai rencana,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya saat diwawancarai, (25/1).
Ia menyampaikan tahapan seleksi petugas haji telah dilaksanakan, termasuk rekrutmen petugas daerah. Peserta telah mengikuti tes dan selanjutnya menjalani pembekalan sebelum keberangkatan.
Gus Irfan menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan dalam penugasan petugas haji, baik dari kalangan ASN maupun non-ASN.
”Dalam penugasan haji, tidak ada perbedaan. Semua petugas diperlakukan sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian petugas haji saat ini mengikuti pelatihan semi-militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai instansi dan latar belakang.
”Baik ASN kementerian, ASN non-kementerian, maupun non-ASN, semuanya wajib mengikuti aturan yang sama, termasuk soal cuti selama pelatihan,” pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Anggi Fridianto