Radarjombang.id - Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan LDII. Serta penyampaian nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat sekitar.
Ia menegaskan, LDII harus senantiasa bersinergi dengan pemerintah. ’’Program kerja tidak boleh bertolak belakang atau menjadi oposisi. LDII tidak memiliki DNA oposisi, namun tetap memberikan masukan dan saran,’’ tegasnya.
Amrodji juga mengingatkan agar kepengurusan 2025–2030 nantinya mampu menjalankan tiga fungsi kepemimpinan: Pelayanan, perlindungan, dan pengembangan.
’’Pemimpin itu pelayan. Harus melindungi dan mengembangkan organisasi, termasuk bersinergi dengan ormas Islam lainnya,’’ pesannya.
Sementara itu, mewakili Bupati Jombang, Kepala Kesbangpol, Budi Winarno, menyampaikan apresiasi Pemkab atas kontribusi LDII selama ini.
Ia menyatakan, Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sebelumnya dan menyusun kebijakan organisasi sesuai visi-misi. Serta selaras dengan program pemerintah daerah.
’’Keberadaan LDII sangat dibutuhkan. LDII telah menunjukkan eksistensinya dalam membina warga dan menjadi mitra pemerintah daerah bersama ormas Islam lainnya.
Semoga Musda kali ini melahirkan kepemimpinan terbaik dan berdampak nyata bagi masyarakat Jombang,’’ ungkapnya.
Musda ke-10 DPD LDII Jombang diharapkan menghasilkan keputusan penting terkait kepengurusan baru, arah kebijakan organisasi, dan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dan pembangunan sosial-keagamaan di Kabupaten Jombang. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto