JOMBANG – Proyek rekonstruksi jalan Kabuh-Tapen sepanjang yang didanai APBN terus dikebut.
Sebagian ruas jalan sudah selesai dicor. Untuk mendukung pekerjaan, pelaksana proyek menerjunkan mesin penghampar beton canggih.
Pantauan di lokasi Jumat (6/10) siang, terlihat sejumlah pekerja tengah sibuk di lokasi proyek.
Di ujung timur proyek ini, yakni di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu sebuah mesin produksi/penghampar beton berukuran besar terlihat teronggok di tengah jalan.
Terlihat satu sisi jalan mulai simpang empat Desa Sidokaton hingga masuk Dusun Mabul, Desa Sidokaton sudah selesai dicor.
”Pengecoran itu sudah mulai semingguan ini, dan memang menggunakan mesin (khusus), jadi lebih cepat itu,” ungkap Hartono, warga Dusun Mabul, Desa Sidokaton.
Hartono menjelaskan, kegiatan pengecoran lebih banyak dilakukan saat malam hari.
”Memang malam kerjanya, biar jalannya sepi katanya, kalau yang siang yang membuat tembok itu,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jombang Agung Setiadji juga membenarkan proyek pengecoran Kabuh-Tapen yang didanai APBN itu masih berjalan.
”Namun progresnya sampai berapa, ini yang kami tidak tahu, karena PPK-nya ada di kementerian itu,” terang Agung.
Proyek yang didanai APBN sebesar Rp 58 miliar lebih itu masih akan berlangsung hingga akhir tahun.
”Untuk batas akhir waktu proyeknya memang akhir tahun 2023 yang dari APBN, jadi tidak sama dengan di Bakalanrayung-Tapen yang habisnya di September,” pungkasnya.
Sementara, pantauan di laman resmi LPSE Kementerian PUPR menyebutkan, paket dengan nama kegiatan preservasi jalan Kabuh-Tapen pagu anggarannya Rp 65,7 miliar dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur.
Dalam kolom pemenang berkontrak tertulis PT Rama Abdi Pratama beralamat di Jalan Raya Rengas Bandung nomor 83, KP Pasanggrahan, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan harga kontrak mencapai Rp 58,5 miliar. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW