Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penataan Kota Madiun yang Indah nan Asri, Bangunan Trotoarnya Bikin Iri

Achmad RW • Senin, 31 Oktober 2022 | 14:10 WIB
Salah satu bangunan trotoar di Kota Madiun yang digarap apik, namun tetap kokoh.
Salah satu bangunan trotoar di Kota Madiun yang digarap apik, namun tetap kokoh.
MADIUN, JP Radar Jombang – Kota Madiun terus bersolek hingga saat ini. Salah satu gebrakan yang dilakukan, yakni mempercantik wajah kota dengan pembangunan trotoar di sepanjang jalan protokol.

Keberhasilan ini lantaran pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang juga pelaksanaan di lapangan yang terkontrol dengan baik. Pembangunan trotoar di Kota Madiun dikerjakan dengan optimal, mulai dari kualitas bahan material yang digunakan juga dari sisi kerapian dalam pengerjaan. Trotoar di Jalan Pahlawan misalnya, jadi ikon Kota Madiun dengan sebutan Pahlawan Street Center (PSC).

Jawa Pos Radar Jombang sempat bertandang dua kali ke Kota Madiun. Terakhir pada Jumat (28/10) lalu. Trotoar yang mempunyai lebar rata-rata 4,5 meter dengan ketinggian sekitar 30 centimeter, membuat para pejalan kaki nyaman saat melintas. Terlihat kokoh namun tetap cantik.

Di sejumlah titiknya, dibangun fasilitas tempat duduk yang artistik, sehingga masyarakat betah bersantai bahkan siang hari. Selain itu, sepanjang trotoar juga banyak ditanami pohon kelapa gading dan pohon tabebuya.

Pada malam hari, keindahan trotoar akan semakin terlihat dengan gemerlap lampu-lampu taman yang menyala sempurna. Tak heran, trotoar menjadi jujukan para wisatawan dari dalam maupun luar Kota Madiun.

Maidi, Wali Kota Madiun mengungkapkan, tiga tahun lalu Jalan Pahlawan masih kerap banjir. Hal itulah yang menjadikan dirinya tergerak mengatasi problem tersebut dengan merombak trotoar. Selain persoalan banjir bisa teratasi, saat ini Jalan Pahlawan juga menjadi jujukan yang asyik untuk wisata.

Langkah pertama yang dilakukan, yakni merehabilitasi trotoar. Jika sebelumnya akses pejalan kaki ini memiliki lebar sekitar 2 meter, setelah direhab sekarang lebarnya sekitar 4,5 meter. Proyek percontohan pembangunan Jalan Pahlawan dimulai dari utara, tepatnya di depan kantor Bank Mandiri hingga depan balai kota.

Saat ini jalan pedestrian tersebut mengular hingga nyaris di seluruh ruas jalan protokol dengan menelan anggaran kurang lebih Rp 900 juta dengan jarak 168 meter x 4,5 meter. ”Tentu sebelum dilakukan pembangunan pedestrian, saluran air dinormalisasi dan dioptimalkan agar tidak banjir kembali,” ungkapnya.

Lantai trotoar menggunakan granit yang bagus dan tebal sehingga tidak mudah retak dan pecah. Terlebih lagi, tidak licin ketika dipijak pejalan kaki. Bahkan saat pembangunan, wali kota sendiri yang turun untuk melakukan pengecekan mulai dari awal pembangunan hingga selesai pembangunan. ”Dalam penataan kota, kami berupaya memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat, khususnya ramah untuk penyandang disabilitas. Sehingga semua masyarakat bisa menikmatinya,” tuturnya.

Keberhasilan ini kemudian dilanjutkan pada 2020. Pemkot Madiun kembali menggelontorkan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk melanjutkan pembangunan trotoar sepanjang 276 meter x 5 meter, 435 meter x 3,5 meter dan 46,9 meter x 3,5 meter mulai selatan balai kota–perempatan Jl Sudirman. Serta anggaran Rp 6 miliar untuk pembangunan trotoar sepanjang 560 meter x 5 meter Jl Jawa–Jl Kompol Sunaryo.

Pada 2021, pembangunan trotoar terus dilanjutkan. Pemkot Madiun kembali menggelontorkan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk pembangunan trotoar sepanjang 560 meter x 5 meter di Jl Jawa dan Jl Panglima Sudirman. Sedangkan pada 2022 ini, yang sudah dibangun di Jl Dr Soetomo sepanjang 470 meter x 4,5 meter dengan anggaran mencapai Rp 2,6 miliar.

Selain itu, rehabilitasi trotoar di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jl Taman Praja, Jl Mayjen Sungkono, Jl S Parman. ”Proyek ini menelan anggaran mencapai Rp 16,7 miliar, dengan panjang trotoar yang dibangun mencapai 5,4 kilometer panjangnya,” ungkapnya.

Maidi menambahkan, pembangunan jalan pendestrian ini merupakan bagian dari penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha (WTN). ”Seluruh pembangunan telah melalui sejumlah kajian, mulai dari keamanan dan kenyamanan,” tutur Maidi.

Dirinya menargetkan pembangunan trotoar ini akan rampung pada 2024 nanti, sekaligus penataan kabel. ”Sehingga mulai tahun ini kabel tidak ada lagi yang di atas semua harus di bawah,” katanya.

Maidi berharap masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan infrastruktur ini. Sebab, apa yang saat ini dan yang sudah dikerjakan muaranya untuk meningkatkan perekonomian warga Kota Madiun. ”Kota Madiun tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk dijadikan tempat wisata, jadi saya harus membuat sumber daya alam itu sendiri dengan memanfaatkan lahan yang ada. Ini juga untuk kesehjateraan masyarakat,” pungkasnya.(yan/naz/riz) Editor : Achmad RW
#perbandingan #penataan kota #jawa pos radar jombang #jalan jalan #trotoar #kota madiun