Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Melihat Kampung Sentra Produksi Krecek Kerupuk Upil di Badang, Ngoro.

Rojiful Mamduh • Selasa, 1 Desember 2020 | 02:01 WIB
Jombang memiliki banyak sentra UMKM produktif.
Jombang memiliki banyak sentra UMKM produktif.

JOMBANG memiliki banyak sentra UMKM produktif. Salah satunya di wilayah Dusun/Desa Badang, Kecamatan Ngoro yang terkenal dengan sentra produk kerupuk upil atau kerupuk asin. Di dusun ini, terdapat puluhan unit usaha pembuatan kerupuk upil. Meski sudah puluhan tahun sampai sekarang masih eksis.


Salah satunya milik Marzuki Soleh, 68. Di pabrik sederhana miliknya ini, sejumlah orang terlihat sibuk dengan bagiannya masing-masing.


Pekerja yang didominasi kaum hawa ini, terlihat sudah sangat terampil membuat camilan ringan ini. ”Mereka rata-rata warga sekitar sini. Mereka yang setiap hari membantu saya membuat kerupuk mulai nol sampai siap dijual,” ucap Marzuki.


Marzuki menjelaskan, proses pembuatan kerupuk upil disebutnya tidak terlalu sulit. Pertama pembuatan kerupuk upil ini, dimulai dengan mencampurkan tepung dengan sejumlah bumbu.


Marzuki, menggunakan adonan tepung tapioka untuk kerupuknya. Untuk bumbunya, juga sederhana, cukup garam, bawang, terasi hingga penyedap rasa. ”Biar makin menarik, biasanya diberi pewarna, juga jadi nanti kerupuknya bisa warna-warni,” lanjutnya.


Bahan mentah ini, kemudian disiram dengan air panas. Tujuannya membuat tekstur tepung menjadi lebih padat. ”Sembari disiram air itu juga harus diaduk, proses ini yang mengerjakan biasanya laki-laki,” lontarnya.


Setelah semua bahan tercampur, proses berikutnya adalah penggilingan dan pengadukan dengan mesin rakitan.


Tujuan agar adonan makin padat dan seluruh bumbu tercampur dengan merata. ”Baru kalau sudah nanti dibuat dalam gelondongan-gelondongan seperti itu. Setelah itu, baru diiris tipis-tipis, dan diletakkan di tatakan bambu itu,” imbuh bapak tujuh anak ini.


Usai berbentuk irisan, seluruh bahan krecek terlebih dahulu di-oven hingga setengah matang. Proses ini sangat penting untuk membuat adonan tepung makin matang dan renyah ketika disantap nantinya. ”Untuk oven ini biasanya 15 menit sudah rampung, baru langsung dijemur sampai kering,” tambahnya.


Dibantu tujuh karyawannya, ia mengaku bisa menghabiskan hingga tiga kuintal tepung dalam sehari.


Nantinya, krecek kerupuk ini akan dijual di wilayah Jombang dan sekitarnya. ”Biasanya nanti ada yang mengambil. Kalau penjualannya rata-rata ke sekitar Jombang, ya Sidoarjo, Mojokerto, Tulungagung juga,” pungkasnya.

Editor : Rojiful Mamduh