JOMBANG – Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Jombang, SMAN 3 Jombang terus berupaya mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan asri bagi warga sekolah. Tak aneh jika sekolah yang terletak di Jl Dr Sutomo, No 75 Kelurahan/ Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang ini menyandang gelar sekolah bastyasaka.
Kepala SMAN 3 Jombang Singgih Susanto menyampaikan, selain mendapat penghargaan sebagai sekolah adiwiyata. SMAN 3 Jombang juga berkomitmen mewujudkan sekolah bastyasaka. ”Kata bastyasaka memiliki arti, pohon, setia, prestasi, dan kehormatan,” ujar dia kemarin (20/4).
Untuk itu, SMAN 3 Jombang terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang asri, sejuk dan segar dengan banyaknya pepohonanan yang tumbuh menjulang tinggi di lingkungan sekolah. Dengan suasana lingkungan sekolah yang nyaman dapat menunjang kegiatan pembelajaran sekolah. ”Sekolah kami dikelilingi pohon-pohon besar, sehingga semakin membuat nyaman kegiatan belajar mengajar,”tambahnya.
Menurut Singgih, arti bastyasaka secara keseluruhan adalah lingkungan sekolah yang ditumbuhi pohon-pohon besar yang indah dan hijau. Sekolah yang siswa-siswinya selalu setia dan berpegang teguh pada janji serta taat dan patuh pada tata tertib.
Selalu berprestasi di segala bidang akademik ataupun non-akademik. Berinsan mulia, yang selalu menjunjung tinggi kehormatan dan menjaga nama baik sekolah. ”Dan itu menjadi moto sekolah kami,” papar dia.
Tak hanya itu, untuk mewujudkan sekolah yang rindang, asri dan lingkungan yang sejuk. Di SMAN 3 Jombang dipelihara kawanan merpati putih. Selain itu, SMAN 3 Jombang membangun tempat pengolahan sampah (TPS) tersendiri. ”Sebagai salah satu sekolah Adiwiyata Mandiri, sejak 2013, SMAGA selalu memanfaatkan sisa-sisa barang buangan, termasuk dedaunan untuk didaur ulang menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi tambah. Sekaligus sebagai penerapan mapel KWU bagi siswa,” tandasnya.
Dengan kehadiran TPS tersebut, diharapkan dapat mengubah dan mengolah barang yang tidak bermanfaat menjadi barang yang memiliki nilai harga jual. ”Satu diantaranya menghasilkan produk pupuk kompos. Penerapan entrepreneur pada siswa itulah yang diharapkan oleh sekolah, jadi bukan sekedar teori,” pungkasnya.
32 Siswa Diterima Jalur Undangan SNMPTN
SEMENTARA, Kepala SMAN 3 Jombang Singgih Susanto merasa bangga dengan siswa-siswi SMAGA. Sampai Minggu (20/4) kemarin, dari 339 siswa kelas XII, sebanyak 32 siswa melaporkan jika mereka lolos jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
”Alhamdulillah kami mendapatkan laporan untuk sementara ini ada 32 siswa yang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan,” ujar dia.
Singgih berharap, kepada siswa-siswi lain yang lolos jalur undangan SNMPTN segera melapor ke sekolah. Sehingga dapat segera didata untuk mengetahui jumlah siswa yang lolos SNMPTN tahun ini.
Pada tahun pelajaran 2018/2019 sebelumnya, prestasi siswa-siswi SMAN 3 Jombang juga tak kalah membanggakan. Sebanyak 244 alumni berhasil lolos di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia. ”Tahun lalu dari total alumni tahun pelajaran 2018-2019 sebanyak 322 siswa, dengan rincian 192 jurusan IPA dan 130 jurusan IPS ada 236 yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri,” tambahnya.
Mereka lolos dari beberapa jalur seleksi, di antaranya jalur tes/mandiri, rapor maupun jalur PMDKPN. Selama ini, diakui SMAN 3 Jombang menjadi gudangnya para juara.
Setiap tahun tak kurang dari puluhan siswa yang berhasil memboyong piagam, medali, maupun piala dari perlombaan bergengsi yang diadakan tingkat pusat maupun Pemprov Jatim. ”Alhamdulillah kami selalu berusaha dengan maksimal,” pungkasnya.
Editor : Binti Rohmatin