Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sistem Irigasi Buruk, Petani di Ngoro Masih Gunakan Pompa Air

Binti Rohmatin • Selasa, 21 Januari 2020 | 00:48 WIB
Sistem Irigasi Buruk, Petani di Ngoro Masih Gunakan Pompa Air
Sistem Irigasi Buruk, Petani di Ngoro Masih Gunakan Pompa Air

JOMBANG –  Meski sudah memasuki musim penghujan, sejumlah petani masih saja mengeluhkan pasokan air untuk mengairi sawahnya yang minim. Petani terpaka menyewa jasa sumur pompa.


Seperti yang terlihat di Dusun Ngampel dan Dusun/Desa Gajah Kecamatan Ngoro, hampir semua petani menggunakan diesel untuk mengairi sawahnya, bahkan ada yang mengebor sumur baru untuk mendapatkan sumber air.


Yuli salah satu petani asal Dusun Gajah mengatakan, meski sudah beberapa hari kemarin turun hujan, namun intesitasnya masih sedang. "Memang sudah mulai musim hujan tapi jarang-jarang, jadi masih sulit air," ungkapnya.


Selain itu, pengairan teknis di daerahnya sudah tidak bisa berjalan dengan baik. Sehingga, semua sawah tidak mendapat jatah air. "Untuk pengairan memang semua tidak kebagian, padahal harusnya bisa terairi semua," terangnya.


Sehingga diakuinya, biaya tanam kali ini membengkak. Terlebih lagi ongkos untuk diesel cukup besar. Diharapkan memang pemerintah bisa memperbaiki jaringan irigasi di daerahnya, agar semua sawah mendapat jatah air dari sungai. "Ongkosnya saja mencapai Rp 250 sekali melakukan pengairan menggunakan diesel," tegasnya


Kesulitan air ini juga terlihat di Desa Sukopinggir, petani masih kesulitan air meski beberapa kali sudah turun hujan. Seperti yang diungkapkan, Bambang salah satu petani sekitar, sejak musim kemarau hingga sekarang masih kesulitan air. Para petani menggunakan mesin diesel untuk mengairi sawahnya. "Ya terpaksa kalau nggak gitu tanamannya bisa rusak," ungkapnya.


Terlebih lagi, pada musim panen kemarin banyak petani merugi lantaran hasil panennya tak maksimal. "Banyak kemarin panennya sangat tidak maksimal bahkan ada beberapa petani yang tidak panen," tegasnya


Dirinya berharap pemerintah lebih peduli dan mau memperbaiki sistem irigasi pertanian. Sehingga sawahnya bisa diairi air tanpa harus menggunakan diesel. "Ini juga karena irigasinya tidak jalan, jadi sangat sulit untuk mendapatkan jatah air," pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin