Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Asmuni, Pelawak Orisinil Asal Jombang yang Berkesenian Seumur Hidup

Binti Rohmatin • Selasa, 19 Februari 2019 | 23:05 WIB
Asmuni, Pelawak Orisinil Asal Jombang yang Berkesenian Seumur Hidup
Asmuni, Pelawak Orisinil Asal Jombang yang Berkesenian Seumur Hidup

JOMBANG – Rubrik tokoh Jawa Pos Radar Jombang kali ini mengangkat tokoh nasional asal Jombang yang berangkat dari jalur seni. Perannya mewarnai panggung hiburan nasional, tentu masih sangat akrab dengan segala pola tingkah dan juga idiomnya yang khas.


Cara tertawa yang khas, atau ucapan wassalam-nya yang terdengar akrab hingga kumis ala Charlie Chaplin yang senentiasa menempel di atas bibirnya.


Tokoh ini adalah Toto Asmuni, seniman yang lahir 85 lalu di Kecamatan Diwek, tepatnya pada 17 Juni 1931. Lahir dan besar di keluarga seniman, darah seni memang mengalir deras di dalam tubuhnya. Mengingat ayahnya yaitu Asfandi sendiri adalah salah satu orang yang dulu mengembangkan seni Gambus Mishri dengan grupnya Mawar Bersemi.


“Ayah sejak kecil memang sudah akrab dengan seni, meski cenderung ke musik. Dan di grup kakek saya, beliau adalah penabuh drum,” Jelas Nining Astria, putrinya yang kini menempati rumah sekaligus tempat usaha Asmuni di Trowulan Mojokerto.


Mengawali karier di dunia hiburan sebagai pemain musik, Asmuni juga tercatat sebagai penyanyi bersama orkes Angkatan Bersenjata. Pada 1950, ia menyanyi bersama orkes Angkatan Darat dan kemudian diminta untuk membina orkes musik Angkatan Laut.


Kiprah Asmuni di dunia tarik suara dibuktikan dengan piringan hitam yang sempat ia keluarkan, berjudul Sungai Barito. Meski akhirnya dirinya memutuskan untuk keluar dari Angkatan Laut dan memilih meniti karier sebagai seniman, yang memang telah menggurat di darahnya sejak kecil.


Kehidupan Asmuni  berlanjut dengan lebih berfokus kepada kesenian lawak yang dijalaninya, bersama grup Lokaria, hingga semakin menanjaknya namanya. Kemudian di dilirik grup lawak Srimulat pimpinan Teguh, yang kala itu masih bermarkas dan sedang berkembang pesat di Surabaya.


“Sampai tiga tahun di Surabaya, ahirnya ayah mulai hijrah untuk babat alas istilahnya ke Jakarta dengan grup Srimulat, dan Alhamdulillah hasilnya sangat sukses, karena ayah tak hanya main lawak, beberapa film juga beliau pernah perankan,” lanjut Tria, sapaan akrabnya.


Sejumlah film terhitung pernah ia bintangi dengan sukses. Sebut saja Bukit Perawan (1976), Raja Pungli (1977), Gaya Merayu (1980), Untung Ada Saya (1982), Gepeng Mencari Untung (1983), Gepeng Bayar Kontan (1983), Senjata Rahasia Nona (1983), Montir Montir Cantik (1984), Semua Karena Ginah (1985), Tahu Sama Tahu (1986), Kecil-Kecil Jadi Pengantin (1987), Cintaku Di Rumah Susun (1987), Akibat Terlalu Bebas (1987), Akibat Terlalu Genit (1988), Nyoman Cinta Merah Putih (1989).


Semuanya dibintangi dengan sukses dan semakin melambungkan namanya di dunia hiburan. Hingga kemudian masa jaya grup lawak itu meredup dan Srimulat bubar. Lakon di beberapa acara lain juga bernasib sama. Asmuni akhirnya memilih untuk pulang kembali ke Jawa Timur dengan membuka cabang warung rujak cingur, yang semula berada di Slipi.


Saat dirinya pulang ke Mojokerto, darah seninya masih terus mengalir dan pentasnya di dunia seni tak berhenti. Tria menyebut jika Asmuni terus menjalankan kesenian lawaknya di daerah dengan grup sendiri. “Sudah bukan rahasia lagi, pasca tumbangnya Srimulat, semua tokoh srimulat masing-masing punya grup kecil, jadi tetap bisa hidup pelakunya meski Srimulat mati suri. Bahkan saya juga sering kok ikut main dulu,” kenangnya.


Hingga meninggal pada 21 Juni 2007 dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Diwek Jombang, Asmuni tetaplah dikenal sebagai seniman yang tak pernah berhenti berkarya. Tak hanya memiliki karakter seni yang kuat, lelucon yang khas Asmuni menunjukkan dia sebagai seniman sejati, yang orisinil seperti nama yang tak pernah digantinya.


“Kalau kata Alm. Taufik Savalas dulu, Asmuni itu figur yang orisinil dan patut ditiru untuk pelawak lain, karena itu mas Taufik Savalas waktu itu memang ngefans berat sama ayah,” pungkas anak kesayangan Asmuni ini. (*)

Editor : Binti Rohmatin