Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dijadikan Obat AIDS, Harga Per Ekor Tokek Jombang Tembus Rp 50 Juta

Binti Rohmatin • Selasa, 29 Januari 2019 | 00:35 WIB
Dijadikan Obat AIDS, Harga Per Ekor Tokek Jombang Tembus Rp 50 Juta
Dijadikan Obat AIDS, Harga Per Ekor Tokek Jombang Tembus Rp 50 Juta

JOMBANG – Berawal dari hobi, Kamim, 67, warga Dusun/Desa Banjardowo Kecamatan/Kabupaten Jombang berhasil mengembangbiakkan tokek. Untuk jenis dan ukuran tokek super, harganya tembus Rp 50 juta per ekor.


Kamim mengaku sering kedatangan tamu yang ingin sekadar melihat atau juga ingin membeli koleksi tokeknya. “Ya ini memang yang sudah besar-besar, yang masih ukuran lebih kecil ada di belakang,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.


Di rumahnya ini, Kamim menyimpan 26 ekor tokek  dalam beberapa kotak. Kamim juga menyebut kini telah mengembangbiakkan tokek dengan empat jenis berdasarkan warna. “Ada yang putih, hijau, hitam dan yang paling mahal itu yang merah bata biasanya,” lanjurnya.


Jumlah ini disebutnya telah jauh berkurang dari jumlah tokeknya beberapa tahun yang lalu. Maklum, meski telah menggeluti hobi dan pekerjaan ini sejak 1983 lalu, Kamim yang dulunya terbiasa berburu tokek pada malam-malam tertentu kini tak lagi sanggup keluar tiap malam.


“Kalau dua tahun yang lalu masih ratusan, ini memang tinggal 26 ini yang tersisa, masih terus diternakkan. Kalau dulu sama mencari mungkin bisa banyak memang, lha sekarang ini kan sudah beternak, dengan dua indukan,” imbuhnya.


Akhirnya, dirinya harus menerima kondisi berkurangnya tokek ini secara drastis lantaran pesanan yang juga harus dilayani tiap bulan. Kamim terbiasa mendapatkan pesanan dari banyak kliennya dari Jakarta hingga Malaysia. Mereka minta dikirim puluhan ekor tokek tiap bulannya. “Kalau dari Jakarta dan Malaysia itu sering memang, buat obat katanya,” tandasnya.


Yang dijualnya pun tak sembarangan tokek, menjadi peternak dan penyedia tokek berpengalaman, tokek yang dikirim minimal berukuran panjang 30 centimeter ke atas. Untuk pesanan banyak model ini, Kamim biasanya menjual tokek-tokeknya seharga Rp 100 ribu per ekornya.


Namun, harga ini tak berlaku untuk tokek berukuran lebih besar. Terbukti, dari hasil penjualan terakhirnya, Kamim berhasil meraup uang Rp 50 juta dari penjualan satu ekor tokek saja. “Ya kemarin memang sudah ditawar dan laku Rp 50 juta, yang warna merah bata itu. Yang beli  dari Jakarta,” ucapnya.


Ditambahkan, sempat populer beberapa tahun lalu, bisnis tokek juga sempat merosot tajam. Namun saat ini, ternyata permintaan tokek masih terus berdatangan.


Orang meyakini, tokek berukuran tertentu memiliki kandungan yang bisa menyembuhkan penyakit, mulai penyakit kulit hingga penyakit AIDS. “Yang beli ya memang ada yang dibuat ternak, ada juga yang katanya buat obat, sejak dulu memang diyakini berkhasiat tokek ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin