SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (4/12), Mudir Ma’had Aly Tebuireng, Dr KH Achmad Roziqi LC, menjelaskan bahaya riya alias pamer atau beramal karena manusia bukan karena Allah Ta’ala. ’’Riya bisa menyebabkan pelakunya tidak masuk surga tapi justru masuk neraka,’’ tuturnya.
Riya adalah meninggalkan keikhlasan dalam amal karena memperhatikan selain Allah di dalamnya. Para ualam salaf sangat takut terhadap riya. Mereka menganggapnya lebih berbahaya daripada fitnah Dajjal. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: ’’Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?’’ Nabi menjawab: ’’Riya.’’
Allah Ta’ala mencela orang yang melakukan amal untuk dilihat orang lain. Sebagaimana disebutkan dalam QS Almaun 6. Yang mendustakan agama yakni orang-orang yang berbuat riya dalam salat dan amal lainnya.
Mereka salat jika dilihat orang, tetapi meninggalkannya jika sendirian. Inilah bentuk riya paling nyata. Amalnya bergantung pada manusia, bukan pada Allah Ta’ala.
Tentang QS Almaun ayat 1; Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
Maknanya: Tidakkah engkau melihat orang yang mendustakan hari pengadilan?
Di antara tanda tidak iman kepada akhirat adalah riya. Menganggap manusia lebih layak ditakuti atau dicari ridanya daripada Allah Ta’ala.
Riya adalah penyebab utama kebinasaan amal. Nabi bersabda, ada tiga golongan manusia yang pertama kali diadili di hari kiamat.
Qari (penghafal/pembaca Quran). Orang kaya yang dermawan. Orang mati jihad.
Allah berfirman kepadaqari. Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku? ’’Betul, wahai Tuhanku!’’
Lalu apa yang engkau lakukan dengan ilmu itu? ’’Aku membacanya siang dan malam.’’
Maka Allah berfirman: ’’Engkau dusta!’’ Para malaikat pun berkata: ’’Engkau dusta!’’
Allah berfirman: ’’Engkau melakukan itu agar dikatakan: Si Fulan seorang qari Dan hal itu memang telah dikatakan. Allah lantas menyuruh agar dia diseret ke neraka.
Kemudian didatangkan orang dermawan. Allah berfirman: Bukankah Aku telah melapangkan rezekimu sehingga engkau tidak membutuhkan siapa pun? ’’Betul, wahai Tuhanku!’’
Lalu apa yang engkau lakukan dengan apa yang Aku berikan kepadamu? ’’Aku menyambung silaturahim dan bersedekah.’’
Allah berfirman: Engkau dusta! Engkau melakukannya agar dikatakan: Si Fulan orang yang dermawan. Maka hal itu pun telah dikatakan. Allah lalu menyuruh agar dia diseret ke neraka.
Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah. Allah berfirman: Dalam apa engkau terbunuh?
’’Aku diperintah berjihad di jalan-Mu, maka aku berperang hingga terbunuh.’’
Allah berfirman: Engkau dusta! Engkau melakukan itu agar dikatakan: Si Fulan orang yang berani. Dan itu pun telah dikatakan. Allah lalu memerintah agar dia diseret ke neraka.
Imam Ghazali berkata: Jika engkau merasa sulit ikhlas, ingatlah bahwa jasadmu akan dikubur tanpa membawa pujian manusia sedikit pun. (jif)
Editor : Anggi Fridianto