Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 209, Manusia Tidak Bisa Mengubah Rekaan Tuhan

Rojiful Mamduh • Minggu, 15 September 2024 | 18:54 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menerima rekaan Tuhan.

Pendeta petus menyebut, manusia tak bisa mengubah rekaan tuhan.

’’Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar,’’ tuturnya mengutip Kejadian 50:20.

Proses dari mimpi sampai menjadi kenyataan begitu berat dan tidak mudah. Itulah perjalanan hidup yang dialami oleh Yusuf.

Meski telah mengalami perlakuan yang tidak adil dari saudara-saudaranya yang menyebabkan hidupnya menderita, Yusuf masih bisa mengucap syukur dan mengambil sisi positif dari setiap peristiwa yang terjadi.

Dalam Kejadian 45:7-8, Yusuf tetap melihat sisi positif dari penderitaan yang dialami karena ulah saudara-saudaranya, sehingga dia berkata: "...Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. 

Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir."

Mimpi Yusuf bisa terhenti karena situasi yang terjadi, tapi mimpi Tuhan atas hidup Yusuf tidak pernah berhenti karena situasi yang terjadi.

Yusuf sangat percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala perkara dan pasti sanggup mengubah situasi dan kondisi yang buruk sekalipun menjadi berpengharapan.

Yusuf melihat sisi positif dari penderitaan yang harus dialami itu mendatangkan kebaikan.

Bukan hanya bagi dirinya dan keluarganya, tapi juga untuk bangsanya. Mimpi yang Tuhan berikan padanya benar-benar terwujud.

Sesungguhnya Tuhan bisa saja bertindak dan mencegah Yusuf agar tidak masuk penjara karena Dia adalah pemegang kendali hidup kita. 

Namun Tuhan punya maksud di balik itu semua.  Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. 

Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji Tuhan membenarkannya. 

Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya.  Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,"  (Mazmur 105:16-21). 

Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan bagi kita meliputi segala yang terjadi pada kita termasuk di dalamnya dibenci, difitnah, kesesakan, penderitaan, sakit-penyakit dan sebagainya.

Namun semuanya itu merupakan bagian dari proses menuju kepada rencana Tuhan.

Jika saat ini kita sedang dalam  'proses'  pembentukan Tuhan, meskipun kita sudah hidup sesuai dengan firman Tuhan, jangan berkecil hati dan tetaplah setia.

Sebab pasti ada pelangi sehabis hujan! Rekayasa manusia atas hidup kita tidak pernah bisa menggagalkan rencana Allah atas hidup kita.

’’Dalam segala perkara yakinlah bahwa Tuhan selalu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Tuhan #menerima #Petrus Harianto