JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya berdoa minta ditunjukkan kebenaran.
Kiai Cholil menjelsakan, Di sepertiga malam sebelum Subuh, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berdoa;
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattiba’ah, wa arinal batila batila warzuqnaj tinabah.
Yang artinya: Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya.
Serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menghindarinya.
Dalam doa iftitah kala salat malam, Nabi juga biasa berdoa; Ya Allah, Tuhan bagi Jibril, Mikail dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan yang nampak.
Engkaulah yang menetapkan keputusan diantara para hamba dalam berbagai hal yang mereka perselisihkan.
Berilah aku petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam hal-hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu.
Sesungguhnya engkau itu memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki untuk menuju jalan yang lurus.
Doa itu dibaca malam, agar sepanjang hari diliputi petunjuk dari Allah SWT. Sehingga tahu kebenaran dan bisa mengikutinya. Serta tahu kebatilan dan bisa menjauhinya.
"Orang yang tidak tahu kebatilan, akan mudah terperosok ke dalamnya.," terang Kiai Cholil.
Baca Juga: Toriqoh 266, 4 Kiat Mudah Ibadah
Dalam setiap salat, kita juga selalu mohon petunjuk. Yakni kala membaca Fatihah ayat 6-7.
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat," imbuhnya.
Doa termasuk ibadah yang diperintah oleh Allah SWT. Orang yang tidak mau berdoa berarti sombong.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Ghafir 60. Dan Tuhanmu berfirman:
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepadaKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan terhindar dari sikap sombong.
Warga toriqoh bahkan dibimbing istiqamah berdoa memohon cinta dan makrifat dari Allah SWT.
Sehingga akhirnya benar-benar bisa cinta dan makrifat kepada Allah SWT. Sebab hanya orang yang dicintai oleh Allah SWT yang bisa cinta Allah SWT.
"Dan hanya orang yang dikehendaki Allah SWT bisa makrifat yang akan makrifat kepada Allah SWT," pungkasnya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW