JOMBANG - Rafael Adranto, 11, bocah asal Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, hanyut di saluran Waru-Turi hingga akhirnya ditemukan di sekunder Turi Baru, Desa Gongseng Kecamatan Megaluh. Bocah ini, ternyata hanyut sejak Sabtu (1/7) sore saat nekat berenang di sungai yang tengah beraliran deras.
"Untuk kronologinya, dimulai sekitar pukul 14.00, korban ini bermain di Sungai Waru-Turi itu bersama 8 orang temannya," terang Eko Aprianto, Dantim Basarnas Pos SAR Trenggalek kepada Jawa Pos Radar Jombang (2/7).
Eko menjelaskan, siang itu beberapa teman Rafael yang lain, sempat naik ke atas sungai untuk mencari tebu. Korban, diajak, namun ia tak mau ikut dan memilih bertahan di sungai. "Saat temannya kembali, korban sudah tidak ada di lokasi, sejak saat itu pula korban dinyatakan hanyut," imbuhnya.
Dari keterangan petugas pengairan, Eko menyebut kondiai sore itu Saluran Waru-Turi memang tengan beraliran deras. Pemilik kewenangan sungai, menyebut tengah melepas air dalam jumlah besar.
"Memang kan saluran itu untuk irigasi ya, kebetulan posisi dibuka karena memang jadwalnya pengairan, karena korban diduga tidak terlaku bisa berenang dan airnya besar, sehingga hanyut itu," tambahnya.
Pencarian dengan penyisiran sungai juga penyisiran darat, juga dilakukan sejumlah petugas dibantu relawan di Daerah Kediri sejak Sabtu (1/7) hingga Minggu (2/7) siang. Namun, 20 jam kemudian jasad Rafael baru ditemukan.
Ia, ditemukan petani di saluran Turi Baru, Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh sekitar pukul 10.00 Minggu (2/7) pagi. Saat ditemukan, kondisinya pun masih sama ketika dia hilang, tanpa menggunakan baju dan hanya mengenakan celana kolor warna hitam strip oranye.
"Tadi waktu jam istirahat dapat kabar kalau dugaannya ditemukan di Jombang, sehingga kita meluncur ke sini. Ternyata memang benar," sebut Eko.
Lokasi ditemukannya korban terakhir, juga berjarak lebih dari 10 kilometer. Bahkan, jika melihat salurannya, Rafael telah berpindah saluran dan masuk ke anak dari Saluran Waru-Turi. "Jarak dari titik awal sekitar 15 kilometer, posisi berpindah saluran," pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW