Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kedelai dan Plastik Naik, Produsen Tahu di Jombang Kelimpungan

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 4 Mei 2026 | 07:50 WIB
NAIK: Pelaku usaha terpaksa naikan harga tahu produksinya.
NAIK: Pelaku usaha terpaksa naikan harga tahu produksinya.

 

JOMBANG – Kenaikan harga kedelai dan plastik menjadi pukulan telak bagi produsen tahu di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Mereka terpaksa menaikkan harga jual untuk menjaga kelangsungan usahanya.

Salah seorang pengusaha tahu, Nuryatin, mengatakan beban biaya mulai terasa sejak pertengahan bulan puasa dan masih berlanjut hingga kini. Meski harga kedelai mulai berangsur stabil, kenaikan harga plastik membuat biaya produksi membengkak. “Kalau di tempat kami biasanya sekali masak Rp 220 ribu, sekarang menjadi Rp 240 ribu sekali masak,” ujarnya.

Dalam sehari, kebutuhan kedelai di tempat usahanya mencapai lebih dari dua ton. Volume produksi sejauh ini masih dipertahankan demi menjaga pasar. Namun, konsekuensinya margin keuntungan semakin menipis.

Baca Juga: Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu di Jombang Gelisah

Agar kualitas dan ukuran tahu tidak berubah, penyesuaian harga jual menjadi opsi yang diambil. Langkah tersebut dinilai paling realistis dibanding harus mengurangi kualitas produk yang sudah dikenal pelanggan. ”Kenaikan harga kedelai ini dirasakan sejak pertengahan Ramadan sampai sekarang. Pengaruhnya dari plastik dan kedelai. Karena naiknya bersamaan, otomatis berpengaruh ke harga jual tahu,” katanya.

Para pelaku usaha berharap ada upaya pemerintah untuk menekan lonjakan harga bahan baku, khususnya plastik yang kenaikannya dinilai cukup tinggi. ”Kalau harga plastik naiknya sangat tinggi, kami berharap bisa turun. Kedelai juga semoga bisa stabil lagi. Jangan sampai terus naik, karena usaha kami sangat bergantung pada dua komponen ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang Anjik Eko Saputro menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga komoditas, termasuk kedelai. Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga memang terjadi, namun belum tergolong signifikan.

Selain itu, ketersediaan stok kedelai di pasaran dipastikan masih aman sehingga belum mengganggu pasokan bagi pelaku usaha. ”Pemantauan harga tetap kami lakukan. Memang ada kenaikan, tetapi tidak signifikan. Untuk stok juga masih aman,” katanya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#harga plastik #harga kedelai naik #Jombang #Kedelai #Produsen Tahu