Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

ELpiji Melon di Jombang Langka, Pangkalan Keluhkan Pasokan Sering Telat dan Kosong

Achmad RW • Kamis, 16 April 2026 | 08:12 WIB
Petugas SPBE saat mendistribusikan elpiji
Petugas SPBE saat mendistribusikan elpiji

 

Radarjombang.id - Sejumlah pangkalan elpiji di Jombang mengeluhkan distribusi gas 3 kilogram yang tersendat dalam sepekan terakhir. Meski Pertamina membantah adanya kelangkaan, fakta di lapangan menunjukkan pasokan ke pangkalan tidak selalu lancar. Ada juga pola distribusi menddak berubah.

Endro, pemilik pangkalan di Kecamatan Megaluh, menyebut pasokan elpiji sempat terhenti total. “Sebenarnya itu kejadian paling parah itu pekan lalu, pengurangan jumlah memang tidak, tapi telat dan bolong itu sering sekali,” ungkapnya.

Ia menuturkan, biasanya setiap hari menerima 70 tabung elpiji subsidi. Namun sejak Senin (6/4), kiriman tiba-tiba berhenti. ”Dari agen tiba-tiba saja diberitahukan tidak ada kiriman atau DO, jadinya ya kosong otomatis. Dan kondisi itu bertahan hingga Kamis di pekan itu,” ujarnya.

Pasokan baru kembali masuk Sabtu (11/4), dengan aturan baru: tidak ada pengantaran. “Jadi selain pasokan telat, aturannya tiba-tiba berubah. Misalnya saya dapat pasokan dengan jumlah tetap tapi harus mengambil sendiri di agen,” lanjutnya.

Keterlambatan itu membuat elpiji 3 kilogram sulit dicari. Kondisi diperparah dengan aksi panic buying masyarakat. “Iya, banyak yang keburu panik, jadi makin cepat habisnya,” katanya.

Per Rabu (15/4), Endro menyebut pasokan mulai normal. ”Sekarang sudah ada, tapi ya jadi dapatnya malam dan harus mengambil di agen, itupun belum tahu besok ada perubahan aturan lagi atau bagaimana,” pungkasnya.

Baca Juga: Banyak Warga Keluhkan Langkanya Elpiji 3 Kilogram, Disdagrin Jombang Ungkap Biang Keroknya

Neneng Rahayu, pemilik pangkalan di Dusun Dukuhsemut, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto menyebut pengiriman dari agen relatif tetap. ”Pengiriman sebenarnya lancar, satu minggu tiga kali, total sekitar 370 tabung,” bebernya.

Rinciannya, Senin 100 tabung, Kamis 150 tabung, dan Sabtu 120 tabung. Namun, ia menegaskan waktu kedatangan sering molor. ”Sekarang kadang datang pukul 16.00. Molornya memang hanya beberapa jam, tapi kami tetap harus menunggu kiriman,” imbuhnya.

Ia menduga keterlambatan terjadi akibat antrean di tingkat distribusi. Dampaknya, stok di pangkalan cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat. ”Sekali kiriman itu langsung habis. Banyak yang cari sekarang. Akibatnya, pada hari tertentu pangkalan mengalami kekosongan stok,” bebernya.

Seperti yang terjadi Selasa (14/4), stok elpiji di pangkalan miliknya sudah habis sejak sore. ”Sore (kemarin) ini kosong, karena memang cepat habis,” tuturnya.

Sementara itu, Erwin Yudastiawan, pemilik pangkalan elpiji di Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang memastikan stok di tempatnya masih relatif aman. ”Stok di pangkalan saya sementara ini normal. Tapi memang kadang ada kiriman yang tidak datang, baik ke pangkalan lain lalu dialihkan ke sini, atau memang dari pusat ke pengisian sedang kosong,” jelasnya.

Dalam sekali distribusi, pangkalannya menerima sekitar 150 tabung. Namun ia mengakui pasokan bisa tersendat hingga stok kosong. ”Kurang lebih pernah sampai sebulan itu kiriman tidak lancar, jadi ya kadang memang kosong,” ujarnya.

Meski begitu, Erwin menegaskan tetap memprioritaskan pelanggan di pangkalannya. ”Yang jelas kami utamakan pelanggan di pangkalan sendiri. Tapi dari agen kan tidak boleh menolak kalau ada alokasi yang harus disalurkan,” katanya. Ia juga memastikan pembelian eceran tetap dilayani. ”Yang jelas kalau di saya beli satu juga tetap dilayani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ahad Rahaedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, menyebut pihaknya sudah melakukan pengecekan pasokan dan distribusi di lapangan. ”Menyikapi keluhan ini, Pertamina Patra Niaga lakukan pengecekan pasokan dan isu distribusi di lapangan,” terangnya melalui rilis tertulis yang diterima wartawan.

 

Ia menjelaskan, pada libur panjang perayaan Paskah pekan lalu, Pertamina menyalurkan tambahan 29 ribu tabung sebagai langkah mitigasi lonjakan konsumsi. ”Saat ini konsumsi masih tinggi, sehingga stok di pangkalan lebih cepat habis. Namun, pantauan di pangkalan, stok masih tersedia,” jelasnya. (14/4).

Sebagai antisipasi, Pertamina meminta agen memprioritaskan pengiriman ke pangkalan dengan serapan tertinggi. Ahad juga mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET Rp 18 ribu. ”Kepada masyarakat, kami imbau untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan LPG sesuai HET Rp 18 ribu dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. Selanjutnya kami juga imbau masyarakat untuk tidak panic buying dan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” tuturnya. (riz/fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#elpiji langka #Elpiji 3 Kg #Disdagrin Jombang #Jombang