Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Tembus Rp 50 Ribu Per Kg, Petani Cabai di Jombang Full Senyum

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 22 Juli 2024 | 15:49 WIB
Sulastri, salah satu petani cabai di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro Jombang tengah memanen cabai miliknya
Sulastri, salah satu petani cabai di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro Jombang tengah memanen cabai miliknya

RadarJombang.id – Kenaikan harga cabai menjadi berkah tersendiri petani cabai di Jombang.

Pasalnya, keuntungan yang petani cabai dapat dari hasil panen kini meningkat.

Saat ini,harga cabai di tingkat petani bahkan sudah tembus Rp 50 ribu per kilogram.

Sulastri, salah satu petani cabai di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro Jombang menyebut harga jual cabai memang sedang tinggi.

”Alhamdulillah harga cabai rawit ini sangat bagus,” ucap Sulastri saat ditanya.

Dengan dibantu beberapa rekanya, ia nampak riang saat sedang menuai hasil panen cabai rawit di sawah seluas seperempat hektare itu.

Alhasil, naiknya harga cabai rawit saat ini, Sulastri bisa mendapatkan sekitar Rp 3,6 juta setiap panen dengan menghasilkan sebanyak 50 kilogram (kg) cabai rawit diladangnya.

”Panen cabai rawit seperti ini setiap sepekan selama umur masih produktif,” tandasnya.

Di tempat yang sama, petani cabai rawit lainya bernama Sujono, juga nampak menyambut baik harga cabai rawit yang sedang tinggi.

Dengan hasil itu, dirinya bisa menikmati hasil keuntungan dari jerih payahnya menanam cabai dalam kondisi yang terbilang rumit.

Bagaimana tidak, kondisi rumit yang dijelaskan Jono, tidak lain adalah dampak dari terjadinya cuaca yang cukup terik.

Sehingga suhu yang tinggi dan pasokan kebutuhan air untuk tanaman cabai menjadi berkurang.

”Selain cuaca panas dengan suhu tinggi, kurangnya pasokan air ini membuat hasil panen cabai rawit menjadi kurang optimal,” katanya.

Kurang maksimalnya panenan cabai rawit inilah, masih Jono, sehingga membuat stok suplai cabai dari petani menjadi turun dan berdampak kepada mahalnya harga jual cabai rawit di pasar.

Selain itu, Jono merasa, tanaman cabai petani di musim tanam ini juga masih kekurangan pupuk.

Meskipun masih mendapatkan jatah dari pupuk bersubsidi, namun jumlahnya masih di bawah kebutuhan.

”Air sulit, pupuk kurang, jadi hasil panenan cabai sebenarnya kurang memuaskan, hingga akhirnya mahal,” tuturnya.

Jono mengungkapkan, saat ini harga cabai rawit di tingkat petani sudah menyentuh Rp 50.000 per kg.

Terlebih naiknya harga cabai rawit itu tergolong cepat, padahal pada sebulan sebelumnya harga cabai rawit di petani masih Rp 15.000 sampai Rp 20 ribu per kg.

”Harga Cabai yang naik ini sudah pas. Karena hasil panen berkurang,” pungkas Jono. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Cabai #harga #Full Senyum #petani #Jombang