JOMBANG – Pengurus takmir Masjid An Naim di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto dikagetkan dengan temuan tumpukan bata kuno saat menggali tanah untuk membuat sumur resapan.
Ada puluhan bata kuno dengan ukuran 33 x 25 centimeter. Kondisinya sebagian sudah rusak.
Pantauan di lokasi, tampak temuan tersebut berada di sisi selatan masjid. Tepatnya di sebelah barat sumur tua yang konon merupakan sumur peninggalan KH Hasyim Asy’ari.
”Ya bata kuno ini kami temukan Sabtu (22/7) kemarin, saat ada pekerja menggali tanah untuk resapan air,’’ ujar Ketua Takmir Gus Karim Elmuna kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Kepada wartawan koran ini, ia lantas menunjukkan sejumlah bata kuno yang dimaksud. Ukurannya mirip bata peninggalan era Majapahit.
Dengan ciri khas berukuran besar dan tebal. Beberapa bata juga ada corak garis lengkung. ”Ini kita temukan di kedalaman 1,50 meter,’’ tambahnya.
Rencananya, resapan air di tempat itu dibangun karena kondisi resapan sebelumnya butuh perbaikan. Untuk itu, ia menggali di sisi barat sumur yang dulunya dipercaya peninggalan KH Hasyim Asy’ari.
”Ya, cerita dari orang tua saya dulu posisi sumur ini yang menentukan Mbah Hasyim,’’ tegasnya.
Sementara itu, di lokasi penggalian masih tampak sejumlah struktur bata kuno yang masih tertimbun tanah. Ukurannya bermacam-macam, namun sebagian besar sudah pecah alias tak utuh. ”Kemungkinan di dalam masih banyak,’’ terangnya.
Saat ini, struktur bata kuno sementara diletakkan di area tak jauh dari titik awal penemuan. Ia juga mempersilakan bagi ahli atau dinas terkait untuk menindaklanjuti.
”Untuk sementara kami letakkan di sekitar sumur ini, nanti semisal ada yang menindaklanjuti ya tidak apa-apa,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW