Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Larangan Tak Efektif, Ruas Kabuh-Tapen Masih Dilintasi Truk Besar

Achmad RW • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:39 WIB
Truk besar masih terpantau melintas dengan tenang di ruas Kabuh-Tapen.
Truk besar masih terpantau melintas dengan tenang di ruas Kabuh-Tapen.
JOMBANG - Meski sudah dipasangi drum hingga dijaga petugas, setiap harinya masih banyak dijumpai kendaraan-kendaraan truk besar nekat melintas di Ruas Kabuh-Tapen. Sehingga kerusakan jalan semakin parah. Warga pun mempertanyakan sepinya penindakan dari petugas yang berwenang.

”Sudah tahu jalannya rusak parah, masih saja truk-truk besar lewat sini,” ungkap Ismed, salah satu warga sekitar.

Selain kondisi kerusakan jalan semakin parah, lalu lalang kendaraan besar juga menganggu pengendara lainnya. Pasalnya, selain jalanan menyempit, juga sering memicu kemacaten. ”Kalau papasan dengan truk-truk besar, otomatis kita harus ngalah. Apalagi kalau barengan truk besar dari dua arah, jalanan jadi macet,” keluhnya.

Karenanya warga sangat terganggu dengan banyaknya truk-truk yang masih bebas melintas di jalan kelas tiga tersebut. ”Dump truk besar-besar juga masih sering lewat sini, kasih pengguna jalan lain,” tandasnya.

Senada Anik, warga Desa Tapen juga mengeluhkan masih seringnya kendaraan besar melintas di jalan raya Tapen. ”Katanya sudah tidak boleh, tapi nyatanya setiap hari masih saja truk-truk lewat sini,” bebernya.

Harusnya, lanjut Anik, jika truk besar dilarang melintas, harus ada tindakan dari petugas. ”Kalau memang melanggar harusnya ditindak tegas, jangan setengah-setengah. Kalau seperti ini warga yang dirugikan,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono menegaskan, sesuai aturan kendaraan besar memang dilarang melintasi jalan ruas Kabuh-Tapen. ”Jadi sesuai kelas jalan, itu tidak bisa. Dulu juga sudah ada kesepakatan tidak boleh lewat, karena jalan masih rusak,” kata Hartono dikonfirmasi, Jumat (7/10) kemarin.

Dijelaskan, sebelumnya pihaknya juga sudah memasang rambu termasuk memasang drum di tempatkan di pertigaan jalan Pasar Tapen. ”Supaya tidak ada lagi kendaraan atau truk-truk besar lewat,” imbuh dia.

Karena itu, untuk sementara ini lanjut dia, mengandalkan sukarelawan pengatur lalu lintas berikut drum yang dipasang di pertigaan jalan. ”Ya mungkin teman-teman tidak berani atau apa kurang tahu, posisi drumnya juga sudah tidak ada,” lanjut dia.

Pihaknya menurunkan personel ke lokasi itu menurut Hartono juga tidak memungkinan. ”Kalau teman-teman dishub yang jaga petugasnya tidak ada. Sehingga dulu diberi rambu sama pembinaan, kalau penindakan bukan kewenangan kita,” ujar Hartono. Meski begitu, Hartono mengatakan akan melakukan cek ke lapangan. ”Kita tindaklanjuti ketika ada keluhan masyarakat,” kata Hartono. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#overtnase #Rusak Berat #truk besar #Licin #jalan kabupaten #kabuh-tapen #Berkubang