Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Profil Uyun Kharitsah, Guru SMAN Ploso Jombang yang Pernah Dibantu Gus Dur Saat Mengajar

Wenny Rosalina • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:11 WIB

Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd.
Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd.

 

PERJALANAN panjang Dra. Uyun Kharitsah, M.MPd. di dunia pendidikan dimulai sejak awal 1990-an. Saat ini ia aktif mengajar di SMAN Ploso, sebagai guru senior geografi. Dalam mendidik siswa, ia fokus membentuk karakter di tengah tantangan zaman.

Ia mengajar di SMAN Ploso sejak tahun 2003 setelah diangkat menjadi CPNS.

Ia juga sempat menjabat sebagai waka kurikulum pada tahun 2010-an, namun ia memutuskan mengundurkan diri, karena terlalu banyak kegiatan dan tidak bisa fokus dalam mengajar.

Sebelum mengajar di SMAN Ploso, setelah lulus kuliah tahun 1993, adik ipar Gus Dur ini langsung mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di lingkungan pendidikan Tebuireng.

Ia mengajar di SMA A Wahid Hasyim (AWH) serta MAN 1 Jombang sejak tahun 1993. Selama kurang lebih 10 tahun, ia aktif mendidik siswa sebelum akhirnya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2003 dan ditempatkan di SMAN Ploso. Sejak menjadi PNS, ia mengabdikan diri sebagai guru hingga kini, menjelang masa purnatugas yang direncanakan pada September tahun depan.

Dalam pandangannya, tantangan pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu. Perkembangan teknologi yang pesat membuat guru harus memiliki strategi khusus agar siswa tidak kehilangan arah. ”Kita harus memahami kondisi siswa sekarang. Teknologi sangat memengaruhi, tapi kita harus tetap mengedepankan moral agar mereka tidak melampaui batas,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter sebagai bagian utama pendidikan. Pesan yang selalu ia sampaikan kepada siswa pun sederhana namun mendasar.
”Menjaga ibadah, membaca Alquran, serta menghormati orang tua dan guru,” tegasnya.

Di sisi lain, kehidupan pribadinya juga tidak lepas dari nilai-nilai pendidikan. Ia tinggal di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 67, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang bersama suaminya, Syamsuri, SE yang juga berprofesi sebagai pendidik.

Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua anak, yakni Muhammad Arif Ihsanul Qorory dan Indira Raisha Rania, yang saat ini menempuh pendidikan di bidang teknik sipil dan arsitektur di Malang.

Menjadi adik ipar dari Presiden RI ke-4 sekaligus tokoh nasional yang masyhur, salah satu momen yang paling membekas dalam hidupnya adalah pengalaman saat mendapatkan bantuan sepeda motor dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika masih mengajar di Tebuireng.

Bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung aktivitasnya sebagai guru saat itu. ”Itu kenangan yang tidak pernah saya lupakan. Sangat membantu saya dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” pungkasnya. (wen/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#wanita #Guru #Jombang #SMAN Ploso