RadarJombang.id - Rois Syuriyah MWCNU Diwek sekaligus Pengasuh PP Fallahul Muhibbin, Watugaluh Jombang KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya mengawali setiap langkah dengan doa.
Hal itu diungkap Mbah Bolong saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (16/1).
’’Kamis seperti ini adalah hari terkabulnya doa. Bulan Rajab ini juga bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT sehingga doa kita mudah dikabulkan,’’ tuturnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa yang dibaca bulan Rajab.
Allahumma bariklana fi Rajaba wa syakbana waballigna Ramadan.
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban serta sampaikanlah kami di bulan Ramadan.
’’Berkah itu artinya bertambah kebaikannya,’’ terangnya.
Doa ini mengajarkan agar kita meningkatkan kebaikan di bulan Rajab dan Syakban. Dan makin meningkatkannya di bulan Ramadan.
’’Kita tidak mungkin bisa melakukannya tanpa pertolongan Allah SWT. Makanya dianjurkan berdoa memohon pertolongan Allah SWT. Kalau sudah ditolong Allah SWT, maka semua akan beres,’’ tegasnya.
Doa itu sendiri bermakna dua hal. Pertama, memurnikan Allah SWT, karena hanya mohon pertolongan kepada Allah SWT.
Kedua, melaksanakan kewajiban, karena kita diperintah berdoa. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Ghafir ayat 60.
Baca Juga: Tak Sembarangan, Inilah Makna dalam Huruf yang Menyusun Kata 'Rajab'
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Orang yang tidak mau berdoa dianggap sombong.
Mbah Bolong cerita, pada bulan Rajab hingga Ramadan, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng mengumpulkan 750 ulama nusantara.
Malamnya diajak istghotsah memohon pertolongan Allah SWT agar Indonesia bisa merdeka tanpa banyak pertumpahan darah. Siangnya ngaji Sohih Bukhari Muslim.
Hal itu akhirnya diijabah oleh Allah SWT. Jepang kalah perang, sehingga Indonesia bisa proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan 17 Ramadan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dalam sambutannya mengajak jajarannya untuk melaksanakan hadis Nabi Muhammad SAW; Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Dan manusia terbaik adalah yang bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat. ’’Dimanapun berada, mari kita laksanakan ini. Menjadi orang yang selalu memberikan manfaat serta rasa aman,’’ ajaknya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW