RadarJombang.id – Wonosalam Jombang dikenal memiliki banyak komoditas perkebunan unggulan, salah satunya tanaman vanili yang mulai banyak dibudidayakan petani.
Kondisi tanah yang subur serta cuaca yang sangat mendukung menjadikan tanaman vanili yang ditanam petani di kawasan lereng Gunung Anjasmoro ini tumbuh maksimal.
Salah satunya ditekuni Edwijono, 59, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Ia mulai membudidayakan tanaman vanili sejak Juli 2022 lalu.
Selain perawatan relatif mudah, harga jual tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan juga tinggi.
Ia memanfaatkan pekarangan miliknya seluas 50 x 15 M2 untuk menanam vanili.
Di lahan seluas itu, ia menanam 1.000 batang tanaman vanili dengan total 500 tajar tanaman.
”Jadi saya tertarik budi daya vanili awalnya ingin memanfaatkan lahan yang kosong. Selain itu permintaan vanili juga tinggi,” ujar di kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Vanili adalah jenis tanaman rambat. Buahnya seperti kacang polong.
Untuk itu, membutuhkan tanaman batang sebagai penopang.
Para petani dapat menggunakan beberapa tanaman untuk jadi penopang tanaman vanili.
Baca Juga: Pria di Wonosalam Jombang Sukses Raup Cuan dari Peternakan Cacing Tanah, Ini Ceritanya
”Selain itu, supaya bunganya tidak berada di tanah saat berbunga nanti,” jelas dia.
Perawatan vanili cukup mudah. Agar bisa tumbuh maksimal, salah satunya harus rajin membersihkan gulma.
”Kalau perawatan cukup mudah. Asalkan sekitar area tanaman dibersihkan dari gulma sehingga pertumbuhan vanili bisa maksimal,” jelas dia.
Selain itu, pemilik juga harus sering sering melakukan pruning.
Yakni membersihkan batang yang mengering dan tidak produktif.
Itu dilakukan agar tanaman mendapat sinar matahari cukup serta aliran nutrisi yang didapat setiap pohon lancar.
”Setiap tanaman kalau ingin buahnnya maksimal itu dilakukan pruning. Tak terkecuali vanili,’’ jelas dia.
Dalam merawat tanamannya, Edwin biasanya mempekerjakan warga setempat.
Misalnya mencabuti rumput gulma dan memberi pupuk.
”Tetapi tetap saya pantau, karena untuk mencabut gulma tidak boleh dilakukan sembarangan. Terutama jika rumput berada di dekat akat utama,” papar dia.
Dijelaskan, vanili memiliki banyak manfaat.
Misalnya kerap digunakan untuk produk kecantikan hingga penyedap masakan.
”Kebanyakan diekspor, dan permintaanya tinggi,” pungkasnya.
Andalkan Pupuk Kandang
Salah satu alasan petani di Kecamatan Wonosalam banyak yang tertarik membudidayakan tanaman vanili adalah harga jual tinggi.
Apalagi, untuk perawatan warga cukup mengandalkan pupuk kandang.
”Untuk pupuk, kita sejak awal konsisten menggunakan pupuk organik. Kebetulan kita dapat limpahan limbah dan tinggal kita olah,” ujar Edwijono, 59, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam.
Dijelaskan, jika dirawat dengan baik, satu pohon vanili bisa menghasilkan bunga mulai 1-2 kg.
Namun, setiap pohon akan menghasilkan jumlah bunga dan kualitas yang berbeda-beda.
Bahkan, kualitas bunga vanili juga mempengaruhi harga jual.
”Ya, ada beberapa grade dan harganya berbeda-beda,’’ jelas dia.
Di pasar bebas, lanjutnya, harga jual vanili fluktuatif mulai Rp 90-100 ribu per kg.
Namun, selama ini Edwin sudah menjalin kontrak dengan mitra yang akan membeli Rp 250 ribu per kg.
”Tapi dengan syarat harus sesuai grade yang sudah ditentukan oleh mitra,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW