RadarJombang.id - Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMKN 3 Jombang Widya Pertiwi, ST, SPd, MSi, memiliki pedoman hidup yang berarti.
Yaitu hidup bersahaja dan memegang teguh rida orang tua serta suami.
”Saya ingin hidup yang bersahaja, tidak berlebih-lebihan dalam segala hal,” ungkap ibu satu anak tersebut.
Widya merupakan salah satu guru berprestasi di SMKN 3 Jombang. Ia cakap dalam mengajar, serta bertanggung jawab kala mendapatkan tugas.
Widya pernah menduduki jabatan kepala kompetensi keahlian desain pemodelan dan informasi bangunan (DPIB) pada 2020-2022.
Setelah itu, ia mendapatkan tugas baru menjadi pembantu administrasi keuangan BPOPP dari tahun 2022 sampai sekarang.
Sejak Juli 2024 lalu, ia mendapatkan tugas tambahan menjadi wakil kepala sekolah sarana prasarana SMKN 3 Jombang.
Widya juga masih aktif mengajar pada mata pelajaran dasar-dasar konstruksi DPIB.
”Semua yang sudah saya raih tak lepas dari hikmah patuh dan rida orang tua,” tandasnya.
Widya lahir di Jombang, 30 Mei 1976. Ia memulai pendidikan di TK Pertiwi 1 Jombang, kemudian melanjutkan ke SDN Kaliwungu 1 tak sampai tamat, kemudian pindah ke SDN Pulo Lor 2 sampai lulus.
Kemudian lanjut ke SMPN 3 Jombang dan SMAN 3 Jombang.
”Di SMAN 3 Jombang saya aktif sekali dalam semua kegiatan, karena angkatan saya adalah angkatan pertama setelah SMAN 3 Jombang berdiri yang sebelumnya SPG,” katanya.
Widya muda yang tomboy, prestasinya begitu moncer. Ia selalu menjadi bintang kelas, juga aktif di OSIS.
Widya begitu ingin menjadi TNI saat itu, bahkan sempat mengikuti seleksi-seleksi.
Bersamaan dengan itu, Widya juga mengikuti kursus bahasa Inggris, serta mengikuti kursus komputer. Widya selalu dirayu kedua orang tuanya untuk kuliah saja.
Sang ayah merupakan seorang kontraktor, sedangkan ibunya adalah guru.
”Bapak punya satu tujuan, ingin sekali saya jadi insinyur,” jelasnya.
Ia kemudian menuruti permintaan kedua orang tuanya, Widya kuliah di Undar Jurusan Teknik Sipil.
Ia juga dinyatakan sebagai wisudawan terbaik pada jurusannya, dan lulus tahun 1999.
”Karena saya juga ada darah guru dari ibu, ayah saya minta saya mengajar,” jelasnya.
Widya kemudian mengambil Akta IV selama setahun, dan menjadi guru matematika honorer di SMAN Kesamben dan di SMAN 3 Jombang.
Ia kemudian kuliah S1 lagi di Universitas Kanjuruhan Malang jurusan Pendidikan Fisika.
Setelah lulus ia diterima sebagai guru PNS di SMKN 3 Jombang tahun 2006 sampai sekarang.
”Alhamdulillah, sejak awal di sini, saya dilibatkan dalam adiwiyata, mulai dari tingkat kabupaten sampai sekarang tingkat nasional,” katanya.
Baca Juga: Hanifah Atmi Nurmala Ungkap Pentingnya Pendidikan yang Cukup dan Tinggi Bagi Wanita
Begitu juga sejak ia menikah bersama Rudy Kristanto pada 2014 lalu, Widya juga masih memegang prinsip yang sama.
Yaitu selalu mengutamakan rida suaminya. Seperti berpamitan ketika mengikuti kegiatan apa pun, pergi ke mana pun, hingga sebelum ia menyetujui tawaran kepala sekolah atas tugas tambahan, ia juga selalu meminta persetujuan suaminya.
”Alhamdulillah, saya berada di titik ini juga karena dukungan, dan ridho dari suami,” jelasnya.
Saat ini, Widya yang merupakan guru penggerak angkatan kesembilan, sedang mengikuti seleksi sebagai bakal calon kepala sekolah.
Sebelum memutuskan hal itu, Widya juga telah meminta izin kepada suaminya untuk mengikuti BCKS tersebut.
”Setelah suami mengizinkan, saya langsung daftar,” jelasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW