RadarJombang.id – Memiliki karier yang moncer, tak lepas dari usaha Ulin Yudhawati SSi MPd yang terus memperluas wawasannya dengan ilmu-ilmu baru.
Ulin juga aktif di berbagai kegiatan hingga meraih sederet prestasi.
”Saya suka ikut banyak kegiatan. Karena bagi saya, setiap kegiatan pasti memiliki manfaat,” kata Ulin, kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ulin lahir di Surabaya. Ia memulai pendidikan sekolah dasar di SDN Tembokdukuh 2 Surabaya, kemudian lanjut di SMPN 1 Surabaya, dan SMAN 1 Surabaya.
Selanjutnya menempuh pendidikan S1 di ITS, dan S2 di Unesa.
Dalam hal karier, Ulin pernah menjadi guru honorer di SMA Mujahidin Surabaya.
Setelah diterima sebagai PNS, ia ditempatkan di SMKN 7 Surabaya, kemudian mutasi ke SMAN 15 Surabaya.
Ulin terus mengembangkan sayap kariernya, hingga ia dinyatakan lolos sebagai calon kepala sekolah pada 2020. Dan ia baru ditempatkan di SMAN Bareng pada 2023.
Sebagai PNS, Ulin harus siap segala risiko, termasuk dalam hal penempatan tugas.
”Awalnya ya tidak tahu kalau di Jombang. Setelah tahu di Jombang ya Alhamdulillah, karena di sini masih ada kakak di Jombang dan di Kediri,” katanya.
Baca Juga: Anggota Dewan Wanita di Jombang ini Ungkap Alasannya Rutin Berkurban Setiap Tahun
Awal ditempatkan di Jombang ia harus wara-wiri Jombang-Surabaya.
Sebab, saat itu ia masih pendidikan sebagai pengajar praktik guru penggerak.
Telah diangkat sebagai kepala sekolah, semangat Ulin tetap tinggi dalam hal pendidikan.
Seperti mengikuti pengajar praktik guru penggerak, dan dinyatakan lulus di angkatan kedelapan tahun lalu, membuatnya mendapatkan banyak ilmu.
Wawasan dirinya semakin berkembang termasuk tentang kepemimpinan yang didapatkan di program tersebut.
Sehingga memberikannya bekal dalam menakhodai SMAN Bareng.
Sabtu yang mestinya bisa dipakai untuk beristirahat dimanfaatkan untuk berkumpul dengan perkumpulan guru kreatif atau kepala sekolah.
Melalui kegiatan itu, ia bisa sharing dan saling berbagi pengalaman untuk modal belajar.
”Kadang ya ikut kegiatan-kegiatan online,” jelasnya.
Ulin merupakan salah satu wanita yang suka menulis. Sedikitnya, sudah ada delapan judul buku yang dikaryakan.
Juga artikel-artikel yang ia share melalui sosial media, juga blog, miliknya.
Menurutnya, tulisan adalah sedekah ilmu. Berbagai artikel yang ia tuliskan adalah ilmu yang ia miliki, dan bermanfaat untuk orang lain.
”Saya pernah ikut tes pertukaran guru Indonesia-Korea sekitar tahun 2016-an. Untuk mengetahui tahapannya, tesnya apa saja, saya tulis semua, biar guru yang lain bisa tahu, dan belajar dari situ,” ungkapnya.
Baca Juga: Andri Suryandari, Tingkatkan Kapasitas Diri Melalui Pendidikan
Tidak berkarya sendiri, sejak jadi guru, ia sudah memengaruhi guru dan siswa untuk menulis, minimal menerbitkan satu buku dalam satu kelas.
Begitu juga di Bareng, program itu mulai berjalan, satu kelas satu buku.
”Begitu juga guru-guru saya minta untuk menulis, dan nanti akan dibukukan,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz