Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Andri Suryandari, Tingkatkan Kapasitas Diri Melalui Pendidikan

Wenny Rosalina • Rabu, 5 Juni 2024 | 15:15 WIB
Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR, Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.
Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR, Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.

RadarJombang.id - Bagi Andri Suryandari, pendidikan sangat penting bagi wanita. 

Selain untuk meningkatkan kapasitas diri, pendidikan juga sangat penting untuk menunjang karier, utamanya seorang wanita.

”Pendidikan itu penting bagi wanita, karena pendidikan sebagai bentuk untuk meningkatkan kapasitas diri kita,” ungkap wanita kelahiran 30 September tersebut.  

Andri memulai pendidikan dasar di SDN Margorejo 1 Surabaya, kemudian melanjutkan di SMPN 12 Surabaya, lalu SMAN 17 Surabaya.

Setekah lulus bangku SMA, ia melanjutkan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, dan S2 di Media Komunikasi Unair.

Begitu juga dengan wanita pekerja atau wanita karier.

Hal itu memang tidak menjadi kewajiban bagi wanita, hanya saja, dengan berkarier, dapat membuat wawasan wanita lebih terbuka, lebih luas, dan lebih banyak jaringan di luar rumah.

”Wanita saat ini tidak harus berdiam diri di rumah, menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Lebih dari itu, wanita kini boleh dan memiliki porsi yang sama jika dibandingkan dengan laki-laki dalam hal pekerjaan,” ungkapnya.

Banyak wanita yang menduduki posisi yang strategis dalam jabatan pekerjaannya.

Hal itu menunjukkan, jika wanita tidak bisa dipandang sebelah mata.

”Karier merupakan salah satu pentuk peningkatan kapasitas diri, sekaligus aktualitas,” jelasnya.

Baca Juga: Lina Dwi Setyawati, Sosok Guru yang Suka Belajar, Travelling dan Olahraga

Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR  Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.
Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.

Saat ini, Andri bekerja sebagai Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.

Hebatnya lagi, wanita karier tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya, tapi juga tetap bertanggung jawab dengan rumah tangganya.

Andri sendiri, tak menyepelekan peranan seorang ibu dalam rumah.

Yang paling penting adalah pandai memanage waktu, serta membuat skala prioritas.

Baik saat berkegiatan di rumah maupun di kantor.

”Saya sendiri selalu berusaha hadir di acara-acara penting keluarga, serta menghabiskan waktu bersama keluarga ketika libur,” jelas istri Fatahillah Nugroho Rahman itu.

Saat memiliki waktu senggang, ia biasanya mengisi waktu dengan membuat masakan menu-menu kesukaan keluarga.

Dengan begitu, ia masih menjadi ibu dengan masakan yang selalu disukai anak-anaknya.

Selain itu, kunci kesuksesannya menjadi ibu dan wanita karier yang paling penting adalah berkomunikasi aktif dengan kelauarga.

Menurutnya, jauhnya jarak tak menghalanginya untuk tetap bisa menjadi ibu yang dekat dengan keluarga.

Salah satunya melalui grup WhatsApp keluarga. Melalui grup itu, ia bisa memantau kegiatan anak-anak dan suaminya.

”Alhamdulillah saat ini teknologi canggih, kita tetap bisa dekat meskipun sebetulnya jarak kita jauh,” tambahnya.

Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR, Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.
Andri Suryandari M.Med.Kom, MIPR, Koordinator Humas Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Sekretaris BPC PERHUMAS Surabaya Raya.

Andri memiliki prinsip life long learning.

Andri tak menuntut anak-anaknya, Najwan Ra'if Fatahillah, Nayla Rahma Fatahillah, dan Naura Rahima Fatahillah untuk menjadi bintang kelas.

Yang ia fokuskan adalah proses belajar. Sebab, proses itu bagian dari belajar, yang hasilnya akan dipetik anak-anaknya ketika dewasa.

”Saya kategori aliran life long learning. Jadi, mungkin anak saya sekarang tidak berprestasi, tapi ke depan kami tidak tahu, karena setiap anak memiliki potensi dan bakat masing-masing,” jelasnya.

Potensi dan bakat itu yang ditekankan sejak kecil. Ia mengizinkan anaknya belajar banyak hal dan banyak ilmu.

”Kebetulan anak-anak saya bakatnya di seni, yang pertama suka musik, jadi sekarang kuliah di ISI Yogyakarta. Mereka belajar banyak hal, tapi di mana bakat dia berada, itu yang akan terus saya dukung,” jelasnya. (wen/naz/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#wanita #kapasitas diri #pendidikan #karier