Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sri Rahayu, Wanita Mandiri yang Punya Hobi Jelajah Alam

Wenny Rosalina • Rabu, 13 Maret 2024 | 15:57 WIB
Sri Rahayu saat sedang melakukan hobinya menjelajah alam
Sri Rahayu saat sedang melakukan hobinya menjelajah alam

RadarJombang.id – Bagi Sri Rahayu, wanita tak boleh berpangku tangan dengan orang lain termasuk suami sendiri.

Sri Rahayu yang juga Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang  ini menganggap penting bagi wanita bisa mandiri dalam hal apa pun.

”Menjadi mandiri itu sangat penting, sama pentingnya pendidikan untuk wanita,” kata Yayuk, sapaan akrabnya.

Warga Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang ini memulai pendidikannya di SDN Kaliwungu 1, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Jombang, dan ke SMAN 2 Jombang.

Setelah tamat SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Brawijaya jurusan Teknik Pengairan.

Setelah lulus tahun 1997, ia bekerja di Surabaya di perusahaan bidang konsultan. Kurang lebih tiga tahun ia bekerja di Surabaya.

Setelahnya, sang ibu meminta ia pulang dan melamar sebagai CPNS. Yayuk ikut dan lolos.

Yayuk membuktikan kegigihannya sebagai wanita mandiri yang tak menyerah untuk mendapatkan masa depan lebih baik.

”Awal lulus saya ikut tes CPNS, gagal. Beberapa kali ikut di luar kota juga gagal, alhamdulillah malah di Jombang sendiri yang diterima,” kata ibu dua anak ini.

Ia mulai bekerja di Dinas Pengairan Kabupaten Jombang saat itu, tahun 2002.

Saat itu juga pola hidupnya berubah, tanggung jawabnya sebagai ASN dipegang teguh. Tugas kantor adalah prioritas yang utama.

Baca Juga: Awalnya Gaya-gayaan, Ari Kusmiyati Akhirnya Malah Jatuh Cinta dengan Bahasa Prancis

Itu juga yang ia bawa sampai sekarang. Selain tanggung jawabnya sendiri di kantor, ia juga merupakan ketua TP PKK Kecamatan Kudu, dan ketua DWP Kecamatan Kudu.

Kesibukannya di Kecamatan Kudu juga cukup padat. Namun, di luar kesibukannya sebagai pengurus organisasi, pekerjaan kantornya tetap yang jadi prioritas.

”Jadi harus bisa mengatur waktu, saat ada senggang, sebisa mungkin saya ikut kegiatan di Kudu, tapi kalau tidak bisa ditinggalkan pekerjaannya, ya itu yang tetap diprioritaskan,” jelas wanita kelahiran 1 November 1972 ini.

Menjadi wanita karier tak lepas dari risiko yang harus ditanggung. Salah satunya adalah waktu untuk ketiga anaknya.

Sejak kecil, agar anak-anak tetap mendapatkan penjagaan yang optimal, sekolah fullday yang menjadi pilihannya.

”Sebagai wanita karier, pasti harus ada yang dikorbankan, jadi anak-anak sejak kecil sudah saya sekolahkan di fullday,” ungkapnya.

Ia tetap meluangkan waktu untuk anak-anaknya, salah satunya dengan jalan-jalan bareng.

Ia sering mengisi waktu libur panjangnya dengan jalan-jalan ke wisata alam, seperti pantai, pegunungan untuk membangun komunikasi dengan anak-anaknya, membangun kekompakan keluarganya.

”Saya suka sekali jalan-jalan ke wisata alam begitu, untuk refreshing, kalau sekarang paling setahun sekali, mencocokkan jadwal dengan anak-anak gitu sulit sekali, apalagi yang besar sekarang sudah kuliah,” jelasnya.

Dalam hal pendidikan, itu merupakan yang utama bagi Yayuk. Baik laki-laki maupun anak perempuannya memiliki kesempatan menempuh pendidikan yang sama.

Yayuk bukan tipe ibu yang suka memaksakan keinginannya pada anak.

Sebab, yang akan menjalani kehidupan ke depan adalah anak-anaknya, sehingga sebagai orang tua, ia hanya bersifat mengarahkan.

Baca Juga: Resep Lysa Nuriana untuk Jadi Ibu yang Disiplin Tapi Tetap Gaul

”Ya kebetulan anak-anak itu suka teknik. Yang paling besar kuliah arsitek di ITS, itu bukan saya yang minta, kebetulan anak-anak sendiri, memiliki keinginan kuliah teknik seperti orang tuanya,” ungkapnya.

Ia menekankan pada anak-anaknya agar bersungguh sungguh dalam menempuh pendidikan.

Sebab, pendidikan sangat penting, tidak hanya untuk sukses karier juga bekal membina kehidupan rumah tangga kelak. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#mandiri #wanita #CPNS #pendidikan