Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Luis Ardiana: Pahami Karakter Siswa Agar Belajar Lebih Nyaman

Wenny Rosalina • Rabu, 4 Oktober 2023 | 14:30 WIB

 

Luis Ardiana SPd, Guru Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di SMAN Kabuh
Luis Ardiana SPd, Guru Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di SMAN Kabuh

JOMBANG - Mengajar Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di SMAN Kabuh, membuat Luis Ardiana SPd dikenal akrab dengan siswa.

Dalam mengajar, ia mengutamakan kenyamanan dan mengenal masing-masing karakter siswa.

”Sebelum memulai pelajaran, saya selalu minta siswa mengisi angket, semacam google form, dari situ saya memahami karakter masing-masing,” kata alumnus UNP Kediri Jurusan Pendidikan Ekonomi yang lulus 2009 lalu.

Luis mengajar sejak lulus kuliah di SDN Sidomulyo Megaluh. Tak lama, hanya enam bulan.

”Saat itu saya sudah menaruh lamaran di banyak sekolah sesuai dengan ijazah,” kata wali kelas 12 IPS 2 dan pembina koperasi siswa SMAN Kabuh ini.

Setelah itu, 2011 ia kembali mengajar di TK Melati Mlaten Pulogedang Tembelang.

Ia bekerja mengajar di TK cukup lama sampai 2014. Setelah itu ia baru menjadi guru di SMAN Kabuh sampai sekarang.

Mengajar di berbagai jenjang pendidikan, dirasakannya nikmat.

Saat mengajar SD, perannya sebagai guru dibutuhkan 75 persen. Kemudian menjadi guru TK, perannya dibutuhkan lebih besar, yaitu 80 persen.

Mulai dari penyiapan perangkat pembelajaran, mengajar, hingga merawat anak-anak.

Sedangkan di SMA, hanya diperlukan peran guru 40 persen.

Baca Juga: Chandra Dyah Anggraini: Wanita Harus Pandai Membagi Waktu

Guru hanya bersifat memotivasi, karena seluruh kegiatan pembelajaran dipasrahkan ke siswa. Apalagi sekarang penerapan kurikulum merdeka.

Namun, ia mengaku bersyukur, pernah merasakan belajar di berbagai jenjang pendidikan.

Menurutnya, jenjang TK mengajarkannya arti ketulusan dalam mendidik.

”Pernah mengajar di TK, membuat saya memiliki banyak bekal, bagaimana memperlakukan siswa sekarang, maupun memperlakukan anak,” ungkap ibu satu anak ini.

Di SMAN Kabuh, wanita kelahiran Jombang 22 Februari 1984 ini mengajar PKWU.

Dengan project utama makanan. PKWU memiliki orientasi pada ekonomi karena ada proses penjualan di sana.

Ia lebih kepada membaca situasi di ligkungan sekitar agar siswa lebih memahami apa saja yang diperlukan.

”Saya lebih sering meminta siswa untuk membuat kue tradisional yang sering ditemui di lingkungan sekitar. Tapi sistem open PO. Agar penjualan selalu habis dan keuangan muter terus,” jelasnya.

Ia juga memberi keleluasaan kepada siswa dalam mengerjakan tugasnya.

Kadang ada siswa yang lebih suka bentuk video, presentasi, atau bentuk lainnya.

Sebagai guru, ia hanya memberikan rambu-rambunya saja. Apa yang harus disertakan, dan apa yang tidak boleh disertakan di dalam laporan tugasnya.

”Selebihnya, saya biarkan mereka berekpresi sesuai dengan minat,” ungkapnya.

Baca Juga: Endah Purnomosari, Guru Pembelajar Sepanjang Hayat

Menurut Luis, PKWU adalah mata pelajaran yang bisa mengantarkan siswa menjadi lebih mandiri dan berpenghasilan sendiri.

”Jika mentok cita-cita yang diinginkan tidak tercapai, PKWU sangat berguna, karena kami mengajarkan tentang perencanaan hingga pengelolaan uang,” jelasnya. (wen/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#wanita #Guru #SMAN Kabuh