JOMBANG - Menurut Endah Purnomosari SPd MPd, guru merupakan pembelajar sepanjang hayat.
Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Jombang ini, tidak hanya menjalani tugasnya sebagai pendidik, tapi ia juga bertukar pikiran dengan siswanya.
”Bagi saya guru itu pembelajar sepanjang masa, karenanya guru tidak boleh berhenti belajar,” tandas Endah, sapaan akrabnya.
Sebagai pendidik, Endah begitu peduli terhadap literasi. Dirinya bahkan memperhatikan setiap detail informasi yang ia terima. Ia merupakan wanita yang hobi membaca.
”Membaca apa saja, baik buku, informasi terbaru, maupun informasi dari pesan yang masuk ke grup-grup WhatsApp agar melek wawasan,” imbuh warga Perum Denanyar Asri, Kecamatan Jombang ini.
Menurut Endah, dengan membaca, ia menyadari jika ia semakin membutuhkan ilmu. Ia merasa jika dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, ia lebih nyaman jika disebut sebagai mitra belajar.
Sebab, ia ingin menjadi guru yang asyik, teman diskusi yang menyenangkan bagi siswa. ”Untuk itu saya upgrade diri saya dengan perkembangan zaman agar jika berdiskusi dengan siswa nyambung dan menyenangkan,” kata pembina ekstrakurikuler jurnalistik tersebut.
Salah satu cara yang ia lakukan, yakni dengan mencari buku-buku yang ingin ia baca di perpustakaan atau mencari sumber lain di internet.
Biasanya Endah meluangkan waktu untuk membaca setelah salat Isya hingga menjelang tidur malam. ”Dari membaca saya tahu bahwa masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui,” ungkapnya.
Begitu juga dengan kurikulum merdeka yang baru diterapkan SMKN 1 Jombang mulai tahun ini, ia pelajari sampai tuntas. Agar dalam implementasinya, ia betul-betul menguasai dan tidak salah sasaran.
”Karena kurikulum merdeka, kita diberikan keleluasaan untuk berkreasi, tapi kita sebagai guru harus memiliki ilmu yang cukup. Kemarin sudah ada pelatihan dari narasumber yang berkompeten, tapi saya harus belajar dari berbagai sumber agar lebih lancar dan lebih menguasai,” jelas wali kelas 12 Perhotelan 2 ini.
Endah merupakan guru berprestasi. Ia merupakan satu dari tiga guru di Kabupaten Jombang yang mendapatkan tugas tambahan sebagai tim penilai angka kredit guru dan tenaga kependidikan Jawa Timur. ”Waktu itu saya direkomendasikan SMKN 1 Jombang ikut seleksi, alhamdulillah lolos seleksi,” terangnya.
Sebagai tenaga pendidik, Endah selalu menekankan pentingnya disiplin. Ia selalu berusaha berangkat ke sekolah lebih awal agar tidak terlambat.
Dengan berangkat pagi, ia bisa menjaga moodnya, menghadapi siswa dengan perasaan yang gembira.
tidak dengan perasaan emosi atau tidak nyaman akibat berangkat kesiangan dan terburu-buru. ”Memang saya tidak suka buru-buru, jadi berangkat lebih pagi akan lebih enak,” katanya.
Meski begitu, bukan berarti tugas sebagai ibu rumah tangga ia kesampingkan. Ia tetap menyiapkan sarapan untuk suaminya, Redi Harnowo SPd. ”Karena anak-anak sudah besar semua, saya hanya tinggal berdua dengan suami, jadi lebih santai,” imbuhnya.
Endah terhitung sudah 15 tahun mengajar di SMKN 1 Jombang. Sebelumnya ia 10 tahun mengajar di SMPN 1 Perak atau sejak 1998. ”Terus saya mengajukan mutasi. Masuk di SMKN 1 sejak 2008 sampai sekarang,” ungkap ketua SPMI (standar penjaminan mutu internal) sekolah ini. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW