Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Puasa Panggilan Iman  

Rojiful Mamduh • Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:19 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (24/2), Sekretaris Lembaga Dakwah NU Kecamatan Jombang, Ustad Sandi Ferdy Yulianto, menjelaskan keistimewaan puasa. ’’Puasa itu panggilan iman menuju derajat takwa,’’ tuturnya.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Albaqarah 183. Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

 

Ayat ini bukan sekadar perintah. Tetapi panggilan cinta, panggilan kehormatan, dan panggilan pembuktian iman.

 Allah membuka ayat ini tidak dengan ’’wahai manusia’’, tetapi dengan ’’wahai orang-orang yang beriman’’.

 

Sahabat *Abdullah bin Mas'ud radiyallahu ‘anhu berkata: Apabila engkau mendengar Allah berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman,’ maka perhatikanlah baik-baik. Karena setelah itu pasti ada perintah kebaikan atau larangan keburukan.

 

Puasa adalah konsekuensi dari iman. Orang yang mengaku beriman, ia siap taat.

Tabi’in Hasan al-Basri rahimahullah ketika mendengar ayat-ayat dengan panggilan iman, beliau menangis. Murid-muridnya bertanya mengapa. Ia menjawab, ’’Aku khawatir Allah memanggil orang-orang beriman, sementara imanku belum pantas menjawab panggilan itu.’’

 

Allah menggunakan kata kutiba (ditetapkan, diwajibkan). Ini bukan anjuran. Ini bukan sunah. Ini kewajiban yang tegas.

 

Sebagaimana salat dan zakat, puasa adalah rukun Islam. Jika hati masih merasa berat, maka yang perlu diperiksa adalah kualitas imannya.

 

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah tetap berpuasa meski dalam kondisi lemah dan diuji berat dalam hidupnya. Ketika ditanya bagaimana ia mampu bertahan, beliau berkata, ’’Bagaimana aku tidak bersabar, sementara Allah yang memerintahkannya?’’

Iman membuat yang berat terasa ringan.

 

Allah Ta’ala berfirman: Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.

 

Puasa bukan hanya syariat umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Umat-umat terdahulu juga berpuasa. Ini menunjukkan, puasa metode pendidikan rohani lintas zaman.

 

Maryam binti Imran bernazar puasa (menahan diri dari berbicara) sebagaimana diabadikan dalam QS Maryam 26. Ini menunjukkan, puasa sarana penyucian jiwa sejak dahulu.

 

Puasa selalu menjadi jalan orang-orang saleh untuk mendekat kepada Allah Ta’ala.

Tujuan puasa agar kalian bertakwa. Takwa adalah kesadaran bahwa Allah selalu melihat. Ia bukan sekadar takut, tetapi hidup dalam pengawasan Allah.

 

Rasulullah bersabda: Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.

Jika puasa tidak melahirkan takwa, ia kehilangan rohnya. Nabi bersabda; Ada lima hal yang menghapus pahala puasa. Berbohong, membicarakan aib orang, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hujurat 13; Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

Suatu hari, seorang murid bertanya kepada Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu tentang takwa. Ali menjawab: Takwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung, mengamalkan wahyu, rida dengan yang sedikit, dan bersiap untuk hari akhir.

(jif/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal