Dirinya mengungkapkan, rapat dengar pendapat (RDP) ini dilakukan untuk evaluasi dan antisipasi molornya pengerjaan proyek. Sebab dari catatan dewan, tahun kemarin, banyak kegiatan milik dua instansi ini molor. ”Tentu kita tidak ingin kejadian seperti tahun-tahun kemarin terus terulang. Apalagi bicara RSUD sangat erat kaitannya dengan pelayanan,” imbuhnya.
Dikatakannya, pada tahun ini Dinkes Jombang dan RSUD Ploso memiliki beberapa kegiatan proyek fisik. Anggarannya pun mencapai puluhan miliar. ”Sehingga, hal ini harus diawasi bersama. Tadi kami juga menekankan agar awal tahun ini bisa langsung dikerjakan,” bebernya.
Dari pengalaman sebelumnya, pekerjaan dimulai pada pertengahan tahun. Sehingga, berdampak pada pembangunan yang tidak selesai tepat waktu. Tidak hanya itu, lantaran waktu yang mepet. Pembangunan juga menjadi tidak maksimal. ”Banyak pembangunan di RSUD Ploso dan bangunan puskesmas itu tidak sesuai dengan standar. Kami tidak ingin itu terulang,” tegasnya.
Politisi PDI P ini juga memberikan rekomendasi untuk menggandeng tim ahli bangunan mulai dari perencanaannya. Karena menurutnya, molornya pekerjaan dan tidak sesuai standar bangunan karena mereka tidak mempunyai tim ahli. ”Jadi tadi kami meminta agar mengandeng tim ahli,” tuturnya.
Terpisah, Budi Nugroho Kepala Dinkes Jombang mengatakan, pada tahun ini Dinkes Jombang mempunyai tiga proyek fisik. Di antaranya pembangunan gedung dinkes senilai Rp 3,4 miliar, rehabilitasi Puskesmas Pulo Lor senilai Rp 5 miliar dan terakhir Labkesda Rp 2,98 miliar. ”Yang pembangunan gedung dinkes ini akan segera masuk PBJ, bulan September harus selesai,” ungkapnya.
Sedangkan dua proyek lainnya harus tuntas pada akhir November selesai. ”Dari pengalaman kemarin, kita mengantisipasi untuk pembangunan bisa dilakukan lebih awal dan selesai tidak mepet akhir tahun. Sehingga pengawasan dan evaluasi bisa berjalan dengan baik,” tegas Budi.
Sementara dr Achmad Iskandar Dzulqornain mengatakan, rapat dengan Komisi C membahas bagaimana ke depan proyek-proyek di RSUD bisa selesai tepat waktu dan kualitasnya lebih baik lagi. ”Tahun ini di RSUD Ploso ada empat proyek,” papar Iskandar.
Dirinya menyebutkan, empat proyek itu di antaranya pembangunan gedung parkir senilai Rp 1 miliar, pembangunan gedung OK senilai Rp 10,5 miliar, ACF senilai Rp 2 miliar. Dan gedung Ponek di lantai tiga sebesar Rp 4,5 miliar. ”Akhir Februari ini sudah bisa masuk ke PBJ untuk lelang. Saat ini masih mempersiapkan berkas,” pungkas Iskandar Editor : Rojiful Mamduh