RadarJombang.id – Jumlah korban kecelakaan bus Restu yang terguling di KM 689+500 jalur A Tol Jombang–Mojokerto, tepatnya di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kamis (2/4/2026) malam, terus bertambah.
Data terbaru mencatat satu orang meninggal dunia, 7 luka berat, dan 25 luka ringan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Bus besar Hino bernopol N-7088-UG itu mengangkut puluhan penumpang dan melaju dari arah barat ke timur.
Baca Juga: Bus Sarat Penumpang Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Puluhan Korban Dievakuasi
Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami pecah ban belakang kanan hingga akhirnya oleng dan terguling di median jalan.
Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo Yuni Rihal mengatakan, seluruh korban langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
“Update terakhir, total korban 1 meninggal dunia, 7 luka berat dan 25 luka ringan, seluruhnya sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Baca Juga: Satu Orang Tewas Dalam Kecelakaan Bus Restu di Tol Jombang Mojokerto, 15 Lainnya Luka-Luka
Ia menjelaskan, proses evakuasi melibatkan ambulans internal tol dan bantuan eksternal.
“Penanganan dilakukan oleh ambulans KP1A, KP2A dan ambulans eksternal untuk mempercepat evakuasi korban,” katanya.
Sementara itu, Kanit 3 PJR Polda Jatim AKP Sudirman sebelumnya menyebut kecelakaan bukan disebabkan faktor mengantuk, melainkan akibat pecah ban belakang kanan.
“Diduga pecah ban belakang kanan sehingga kendaraan oleng dan terperosok ke median,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, selain korban jiwa dan luka, sejumlah aset tol juga mengalami kerusakan.
Di antaranya satu unit post cap, sembilan pegbobin, delapan tanaman hias, serta empat guide post dilaporkan rusak akibat tertabrak kendaraan.
Petugas gabungan dari pengelola tol, PJR, dan Satlantas Polres Jombang langsung melakukan penanganan di lokasi, mulai dari evakuasi korban, pengaturan lalu lintas, hingga proses pengangkatan bangkai bus yang dievakuasi ke pos junkyard KM 684.
Sebelumnya, insiden ini sempat dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal bus sarat penumpang yang terguling di median jalan dengan sejumlah korban tergeletak di lokasi.
Data awal menyebut jumlah korban luka belasan orang sebelum akhirnya diperbarui setelah proses pendataan di rumah sakit.
Daftar Korban, lokasi perawatan serta kondisinya:
RS Al Aziz Jombang
1. Edik Sudianto, 69, Taman Sidoarjo – luka berat (luka robek di kepala)
2. Akhmad Saoki, 39, Malang – luka ringan (lecet dahi)
3. Enaugustin, 31, Perum Bumi Mas Madiun – luka ringan (lecet dahi)
4. Tuni, 67, Sidoarjo – luka berat (indikasi patah lengan kiri)
5. Bambang Iwan Tri Prabowo, 61, Magetan – luka ringan (lecet tangan kiri)
6. Samsudi, 49, Badas Kediri – luka berat (patah tangan kiri)
7. Beny Dwi P, 39, Perum Bumi Mas Madiun – luka ringan (lecet kedua tangan)
RS Islam Jombang
1. Siti Nur, 48, Sidoarjo – luka ringan
2. Sri Indah, 45, Ngariboyo Magetan – luka ringan
3. Najima, 7, Ngariboyo Magetan – luka ringan
4. Diah Auliani, 25, Ngariboyo Magetan – luka ringan
5. Evelyn Yukika, 4, Parang Magetan – luka ringan
6. Jeni, 0, Parang Magetan – luka ringan
7. Slamet, 51, Parang Magetan – luka ringan
8. Mardiani, 47, Sukomoro Magetan – luka ringan
9. Nadira Hana, 8, Sukomoro Magetan – luka ringan
10. M. Fauzi, 16, Sukomoro Magetan – luka ringan
11. Nanang, 51, Mojopurno Magetan – luka ringan
RSUD Jombang
1. M Hanif, 25, Banyuwangi – luka ringan
2. Kharisma, 24, Magetan – luka ringan
3. Kharisma, 25, Ngawi – luka berat
4. Dwi Cahyowati, 59, Magetan – luka berat
5. Yudi Riztu, 26, Madiun – luka ringan
6. M Tofik, 49, Sidoarjo – luka ringan
7. Kristian Dwi, 43 – luka ringan
8. Muamar Fikri, 26, Madura – luka ringan
9. Eko Prasetyo, 49, Sidoarjo – luka ringan
10. Agus Yugo, 37, Magetan – luka ringan
11. Dedi Ardianto, 36, Magetan – luka berat
12. Ananda Farel, 20, Surabaya – luka berat
13. Mikail Gilbert, 24, Surabaya – luka ringan
14. Anggi M, 40, Malang – luka ringan
15. Esra Sri T, 64, Madiun – meninggal dunia
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, sementara seluruh korban terus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. (riz)
Editor : Achmad RW