Radarjombang.id – Atap sejumlah ruang kelas SDN Kedawong, Kecamatan Diwek rusak. Usulan rehabilitasi sudah diajukan mulai tahun ini. ’’Sementara kami atasi dengan melakukan tambal sulam pada bagian yang perlu ditambal,” ungkap Kepala SDN Kedawong, Titik Nuryani.
Titik mengatakan, satu lokal kelas diajukan rehab, yaitu ruang kelas 4, 5, dan 6, serta ruang kepala sekolah yang digabung dengan ruang UKS. ”Yang kami ajukan rehab ada tiga ruang kelas, yaitu kelas 4, 5, dan 6, termasuk ruang kepala sekolah,” ujarnya.
Ia memastikan pihaknya telah memperbaharui proposal pengajuan rehab sekaligus memperbaharui informasi di data pokok pendidikan (Dapodik).
Baca Juga: Miris! Gegara Atap Sekolah Bocor, Ratusan Buku di SDN Jombatan 6 Jombang Rusak
Kerusakan-kerusakan sementara diatasi dengan memanfaatkan anggaran dana BOS, namun jumlahnya tidak banyak sehingga rehab sementara yang dilakukan hanya tambal sulam jika ada plafon yang jebol di bagian dalam.
”Kalau bagian dalam sudah tambal semua, tapi mungkin bisa terlihat, tampak berbeda dengan plafon yang lama, yang penting aman dulu,” jelasnya. Sementara plafon yang ambrol di bagian luar dibiarkan menganga.
SDN Kedawong sudah mendapatkan rehabilitasi tahun 2025. Tiga ruang kelas yaitu ruang kelas 1,2 dan 3 sudah direhab bagian atap, tampak baru dan bagus.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah sebenarnya lebih memprioritaskan pengajuan pembangunan ruang guru karena dinilai mendesak. Namun, dalam realisasinya, justru ruang kelas yang mendapatkan perhatian karena kondisinya lebih urgent.
Rehab yang didapatkan tahun 2025 merupakan pengajuan yang dilakukan setiap tahun empat sampai lima tahun sebelumnya. ”Sebetulnya yang kami ajukan ruang guru, tapi karena ruang kelas yang dinilai lebih urgent jadi yang direhab ruang kelas dulu, ruang guru kami ajukan tahun ini,” jelasnya.
Baca Juga: Miris! Gegara Atap Sekolah Bocor, Ratusan Buku di SDN Jombatan 6 Jombang Rusak
Saat itu kondisi bangunan ruang kelas, khususnya pada bagian atap dan rangka, sempat mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga menyebabkan bocor hingga banjir ketika hujan lebat.
Selain kebutuhan rehabilitasi ruang kelas, SDN Kedawong juga masih kekurangan sejumlah fasilitas penunjang, seperti ruang UKS dan laboratorium. Keterbatasan lahan menjadi kendala utama untuk pengembangan fasilitas baru di sekolah tersebut.
”Kami belum memiliki ruang UKS maupun laboratorium. Kalau ke depan ada bantuan, kemungkinan harus dibangun bertingkat karena lahan sudah terbatas,” pungkasnya.
Sementara itu, Rhendra Kusuma, Kepala Bidang Pembinaan SD mengatakan, jika SDN Kedawong sudah mendapatkan rehab tahun lalu, sehingga tahun ini bergantian dengan SD yang lain. ”SDN Kedawong sudah dapat rehab tahun kemarin,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto