Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Alvi Dwi Prastuti, Sosok Guru PAUD dari Jombang yang Kreatif Manfaatkan Era Digital

Wenny Rosalina • Selasa, 30 Desember 2025 | 13:51 WIB

 

TELADAN: Alvi Dwi Prastuti SPd Ketua Himpaudi Kecamatan Ploso sosok guru teladan.      
TELADAN: Alvi Dwi Prastuti SPd Ketua Himpaudi Kecamatan Ploso sosok guru teladan.    
 

 

 

 

SOSOK Alvi Dwi Prastuti, SPd, Ketua Himpaudi Kecamatan Ploso dikenal sebagai pendidik PAUD yang konsisten mendedikasikan diri pada penguatan karakter anak usia dini.

Ia mendorong pendidikan anak usia dini lebih kreatif di era digital.

Di tengah tantangan era digital, pendidik di KB Kartika Kencana Ploso tersebut menegaskan pengajaran nilai moral pada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan dunia anak saat ini.

Menurutnya, anak-anak masa kini merupakan digital natives sehingga pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat lisan, melainkan perlu melibatkan pengalaman langsung serta pemanfaatan teknologi secara bijak.

”Keteladanan tetap menjadi kunci utama. Anak usia dini adalah peniru ulung. Nilai moral bukan konsep abstrak bagi mereka, tetapi sesuatu yang dilihat dan dirasakan setiap hari,” ujar Alvi. Ia mencontohkan, kebiasaan sederhana seperti mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih secara konsisten dapat membentuk karakter sopan santun anak sejak dini.

Selain itu, Alvi juga mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran moral.

Melalui digital storytelling, video animasi, maupun buku cerita interaktif, anak diajak memahami nilai empati, berbagi, dan tanggung jawab. Konten digital yang sedang tren pun dapat dijadikan bahan diskusi untuk membedakan perilaku yang baik dan tidak patut ditiru.

Pembiasaan nilai moral juga diterapkan melalui aktivitas harian, seperti bermain peran dan refleksi sederhana di akhir pembelajaran.

”Anak diajak menyebutkan satu perbuatan baik yang sudah dilakukan hari itu, sehingga mereka belajar menyadari pentingnya berbuat baik,” jelasnya.

Tak kalah penting, Alvi menekankan sinergi antara sekolah dan orang tua.

Menurutnya, pendidikan moral di PAUD tidak akan optimal tanpa dukungan lingkungan keluarga. Komunikasi intensif dengan orang tua dilakukan agar nilai yang ditanamkan di sekolah selaras dengan pola asuh di rumah, termasuk dalam pengawasan konten digital anak.

Alvi menginisiasi sejumlah program kerja strategis. Di antaranya pengembangan kompetensi pendidik PAUD melalui peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru, kegiatan kreativitas anak dan orang tua melalui program Mamamia, serta penguatan karakter dan keagamaan.

Di bidang organisasi, Himpaudi Ploso rutin menggelar pertemuan bulanan sebagai sarana koordinasi, evaluasi program, dan pelaporan keuangan.

Pendataan anggota dilakukan secara berkala melalui sistem informasi organisasi, termasuk pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan laporan bulanan.

Selain itu, organisasi juga memfasilitasi penyediaan atribut resmi Himpaudi bagi pendidik PAUD di wilayah Ploso.

Seluruh program tersebut memiliki tujuan besar, yakni menghimpun aspirasi guru PAUD untuk memperjuangkan kesetaraan dan insentif, memastikan tumbuh kembang anak usia dini berjalan optimal, serta mengubah paradigma pendidik PAUD dari sekadar ’penjaga anak’ menjadi pendidik yang profesional dan berkompeten.

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Alvi Dwi Prastuti berkomitmen terus memperkuat peran Himpaudi Kecamatan Ploso sebagai wadah perjuangan dan pengabdian pendidik PAUD, demi terwujudnya generasi emas yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. (wen/ang)

Editor : Anggi Fridianto
#himpaudi #era digital #Jombang #Himpaudi Jombang #Asal Jombang #pendidikan karakter #guru PAUD