Radarjombang.id – Tahapan seleksi terbuka (selter) pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Jombang memasuki fase krusial.
Sebanyak 10 peserta yang mengikuti asesmen kompetensi manajerial di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (27/10), kini menanti hasil yang akan menentukan nasib mereka.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang Anwar menegaskan, hasil asesmen akan diumumkan pada 29 Oktober 2025.
Dari hasil tersebut, peserta akan diklasifikasikan dalam tiga kategori: Memenuhi Syarat (MS), Masih Memenuhi Syarat (MMS), dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
”Peserta yang hasilnya TMS akan dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya,” tandasnya, Senin (27/10).
Sementara, peserta dengan kategori MS (Memenuhi Syarat) dan Masih Memenuhi Syarat (MMS) berhak mengikuti tahapan selanjutnya.
”seleksi kompetensi bidang dijadwalkan pada 30 Oktober 2025. Tahapan tersebut meliputi penulisan makalah serta wawancara atau uji gagasan,” tandasnya.
Anwar menyebutkan, dari total 19 selter JPTP, hanya 10 orang yang mengikuti asesmen manajerial.
”Jadi memang tidak semua ikut. Dari 19 hanya 10 orang yang menjalani asesmen, karena lainnya memiliki asesmen yang masih berlaku,” terangnya.
Pelaksanaan asesmen berlangsung tertib dan lancar. ”Alhamdulillah, pelaksanaan seleksi kompetensi manajerial berjalan lancar, semua peserta hadir,” ujarnya.
Ia menambahkan, asesmen dilaksanakan di BKD Provinsi Jatim karena instansi tersebut memiliki fasilitas dan tim penguji yang lengkap.
”Jadi alasannya karena kami belum memiliki tim asesmen sendiri. Sebetulnya, kita ada empat asesor, tapi belum memenuhi syarat dan juga belum memiliki gedung asesmen,” jelas pria asli Bareng ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, seleksi terbuka JPTP di lingkungan Pemkab Jombang diikuti 19 peserta yang bersaing untuk tiga jabatan eselon II B.
Yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Satpol PP, dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menegaskan agar seluruh peserta mengikuti proses seleksi secara profesional dan transparan.
”Kami sudah sampaikan kepada rekan-rekan peserta bahwa pelaksanaan seleksi ini betul-betul murni, tidak ada permainan macam-macam. Jika ada yang terbukti melakukan praktik transaksional, akan langsung kami diskualifikasi,” tegasnya, Selasa (21/10). (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto