’’Kita ingin siswa baru memiliki motivasi belajar yang tinggi. Sebab ini dunia baru bagi anak-anak kelas 7,’’ kata Wiwik Astutik, kepala SMPN 2 Ngoro, kemarin.
Motivation building diberikan pada hari ketiga MPLS. Tujuannya, menumbuhkan kepercayaan diri siswa untuk menjadi anak yang lebih baik. ’’Pada awal materi, narasumber kami minta untuk memberikan wawasan tentang tujuan pendidikan, yaitu mengubah kegelapan menjadi sebuah cahaya,’’ terangnya.
Sebagai pelaksana program sekolah penggerak, SMPN 2 Ngoro membekali siswa baru dengan wawasan kurikulum merdeka. Murid diberikan wawasan tentang struktur kurikulum merdeka berbagi, profil pelajar Pancasila dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Pada tahun pertama, SMPN 2 Ngoro Jombang akan melaksanakan tiga tema. Pertama, suara demokrasi dengan pemilihan ketua OSIS. Kedua, kewirausahaan dengan pembuatan batik ecoprint. Ketiga, hidup berkelanjutan dengan pembuatan kompos. ’’Ini semua diberikan agar murid baru siap dan bersama-sama mewujudkan profil pelajar Pancasila di sekolah penggerak,’’ jelas Wiwik.
SMPN 2 Ngoro juga menjalin kerjasama dengan lintas sektoral. Diantaranya dengan Polsek Ngoro yang memberikan wawasan tentang sosialisasi NAPZA dan kenakalan remaja. Sekaligus memberikan wawasan tentang kenakalan remaja yang berujung kerugian bagi diri pelakunya. Siswa baru juga diberi tips membentengi diri dari pergaulan yang tidak baik.
Kerjasama dengan Puskesmas Pulorejo untuk memberikan wawasan tentang materi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pendidikan reproduksi remaja. Juga kerjasama dengan Koramil Ngoro, memberikan kegiatan latihan baris berbaris. ’’Kita jalin sinergitas dengan pihak ketiga untuk memberikan pengetahuan baru bagi siswa baru,’’ tegasnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW