Oleh: Ruliyani*)
Nyalagames adalah gamifikasi asesmen formatif kontekstual berbasis kearifan lokal Kalimantan Tengah. Berangkat dari kegelisahan terhadap praktik asesmen yang kerap menimbulkan tekanan psikologis, program ini dirancang dengan sistem pembelajaran berbasis gim yang terstruktur dalam misi, tantangan, level, serta umpan balik digital secara waktu nyata.
Melalui pendekatan tersebut, asesmen tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang menakutkan, melainkan bertransformasi menjadi pengalaman reflektif yang membangun keberanian berpikir, memperkuat literasi kritis, dan menumbuhkan kesadaran belajar. Integrasi teknologi digital dengan kearifan lokal Kalimantan Tengah dan nilai-nilai keislaman menjadikan pembelajaran tetap berakar pada identitas lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan generasi digital.
Implementasi Nyalagames menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa, kualitas argumentasi, serta perubahan sikap terhadap asesmen. Siswa menjadi lebih berani mencoba, tidak takut salah, dan lebih aktif dalam proses berpikir. Sistem umpan balik digital mengoptimalkan guru dalam menganalisis capaian belajar secara presisi dan berkelanjutan sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara tepat.
Refleksi merupakan jendela untuk menilai kembali perjalanan yang telah ditempuh. Dalam refleksi pemanfaatan Nyalagames, Wildan Ibnu, C., selaku Vice President Product, menilai bahwa inovasi ini memiliki fondasi konseptual yang kokoh, relevansi pedagogis yang kuat, serta potensi pengembangan luas dalam ekosistem pendidikan digital.
Keberlanjutan inovasi menjadi kompas yang menuntun langkah menuju masa depan. Komitmen tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepada pencetusnya yang dinobatkan sebagai guru model pada kegiatan Open Class Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Serta sebagai guru model implementasi pembelajaran mendalam bersama guru-guru se-Kota Palangka Raya di BGTK Kalimantan Tengah. Juga pengimbasan di lingkungan akademik pada mata kuliah Problematika dan Inovasi Pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu menjadi narasumber di Forum MGMP Bahasa Indonesia SMP sederajat se-Kota Palangka Raya, serta di Komunitas PENA.
Dedikasi akademiknya diperkuat melalui diseminasi pada Seminar Internasional IKAPROBSI sebagai pemakalah serta penulisan book chapter bersama Ass. Prof. Hari Sunaryo, M.Si., dosen mata kuliah Problematika dan Inovasi Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Malang. Inovasi gim ini juga telah memperoleh perlindungan hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai bentuk legalitas, identitas pedagogis yang jelas, serta pengakuan atas karya orisinal yang autentik dan terstruktur.
Berpijak pada kearifan lokal Kalimantan Tengah dan nilai-nilai keislaman berkemajuan, ternyata inovasi gim yang berakar pada budaya lokal, diperkuat oleh landasan ilmiah, dan dikelola secara reflektif mampu menjadi standar keunggulan nasional. Pendidikan yang bermakna bukan sekadar tentang capaian nilai, melainkan tentang membangun peradaban.
*) Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Anggi Fridianto