Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Melihat Peternakan Parkit Australia di Jombang, Burung Cantik yang Bikin Cuan

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 25 September 2023 | 14:52 WIB
Laksmia Deviati, 28, menunjukkan salah satu burung falk hasil budidayanya
Laksmia Deviati, 28, menunjukkan salah satu burung falk hasil budidayanya

JOMBANG – Laksmia Deviati, 28, warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang berhasil mendapatkan pundi-pundi rupiah dari beternak burung parkit australia.

Setiap bulannya, gadis cantik ini berhasil meraup omzet rata-rata hingga Rp 7 juta rupiah.

Saat didatangi di kediamannya, wanita berjilbab itu terlihat sibuk memberi pakan puluhan ekor burung parkit di gudang rumahnya yang disulap menjadi kandang burung.

Puluhan ekor pasang burung dalam kandang itu satu per satu diberi pakan. Kandang-kandang yang kotor juga dengan telaten ia bersihkan.

Itulah aktivitas Mia, sapaan akrabnya, saat memiliki waktu senggang. Awalnya, Mia memang hobi memelihara burung.

Terutama jenis burung yang kerap disebut Falk itu. ”Saya melihat punya teman itu tertarik akhirnya beli satu ekor,” katanya.

Akhirnya pada 2017 lalu, dirinya mencoba untuk budi daya burung yang mempunyai jambul cantik itu.

”Karena saat itu saya lulus kuliah dan sedang menunggu pekerjaan. Jadi saya mempunyai ide untuk budi daya parkit australia ini. Jadi saya belikan pasangan buat burung saya,” ungkapnya.

Rasa ingin tahunya terhadap burung peliharaannya membuat Mia banyak memburu ilmu baru.

Mencari informasi tentang burung peliharaannya kepada sejumlah komunitas pecinta burung.

Ia juga mengakses informasi melalui YouTube. Semakin banyaknya ilmu yang diperoleh, membuatnya semakin tertarik.

Termasuk untuk mengembangbiakkannya. ”Saya belajar ke tempat teman saya yang berada di Surabaya, akhirnya mencoba itu,” ungkapnya.

Selang tiga bulan memelihara parkit, rupanya burung yang dibelinya bertelur. Perkembangan ini membuatnya semringah.

Ia merasa berjodoh dengan hewan peliharaannya sehingga mampu berkembang biak.

Telur burung itu pun dipisah dalam sebuah sangkar khusus yang dibuat di sisi kandang.

Mia semakin berhati-hati merawatnya. Mulai dari pemberian pakan, kondisi pakan, dan kehangatan sangkar diperhatikan.

Setelah mengerami selama 21 hari, telur menetas. Anakan burung itu pun diawasi dengan seksama agar tidak mati saat proses pembesaran.

”Jadi untuk anakannya itu saya beri makan dengan cara menggunakan pipet,” bebernya.

Setelah usia anakan burung mencapai sekitar 3 bulan, anakan burung dipisahkan dengan induknya.

Dimasukkan ke kandang berbeda untuk dikembangbiakkan kembali.

Lagi-lagi, upayanya berhasil. Kini, ada sekitar 20 pasang burung yang sedang dikembangbiakkan.

Satu ekor anakan burung yang dipeliharanya saat sudah berusia 2 bulan dijual seharga Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta.

Harga itu akan naik saat usia burung sudah lebih tua dan mulai mengeluarkan bulu yang cantik.

Bahkan, apabila burung tersebut sudah jinak dan bisa bersiul bagus.

Kan burung ini bisa diajarkan untuk free flying, main bola dan bersiul bagus. Jadi kalau seperti itu harganya minimal Rp 4 juta,” pungkasnya. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#budidaya #Jombang #parkit australia